KENDAL, Wawasannews.com – Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq mengapresiasi pelaksanaan Duta Pelajar dan Gelar Budaya PC IPPNU Kabupaten Kendal Tahun 2026 yang digelar di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Kendal, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Berdaya, Digdaya, Berbudaya” tersebut dinilai menjadi ruang bagi pelajar putri untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Hari ini adalah final Duta Pelajar dan Gelar Budaya dengan tema Berdaya, Digdaya, dan Berbudaya. Ini menjadi motivasi bagi rekan dan rekanita,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, organisasi pelajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan generasi muda. Melalui organisasi, para pelajar tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki ruang untuk mengasah kepercayaan diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta kepemimpinan.
Ia berharap kegiatan yang diselenggarakan PC IPPNU Kabupaten Kendal tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari pembinaan pelajar di Kabupaten Kendal.
“Organisasi pelajar menjadi bagian penting dalam proses belajar dan pengembangan kemampuan generasi muda. Karena itu, ruang-ruang seperti ini perlu terus dikembangkan,” ujarnya.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Kendal Ainindha Nur Baiti mengatakan, Duta Pelajar dan Gelar Budaya merupakan hasil dari proses panjang yang telah dipersiapkan hampir selama satu tahun.
Menurut Ainindha, gagasan kegiatan tersebut berangkat dari upaya menjawab pertanyaan mengenai sejauh mana IPPNU dapat hadir dan memberikan ruang bagi pelajar putri di Kabupaten Kendal.
“Kami berusaha menjangkau pelajar putri di berbagai wilayah Kabupaten Kendal, dari kawasan Pantura hingga daerah pelosok. Ini menjadi bagian dari proses untuk melihat sekaligus menghadirkan ruang bagi mereka melalui IPPNU,” kata Ainindha.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kendal, DPRD, PCNU, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ainindha berharap Duta Pelajar dan Gelar Budaya tidak berhenti pada pelaksanaan tahun 2026, tetapi dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan oleh PC IPPNU Kabupaten Kendal.
“Semoga kegiatan ini bukan menjadi yang terakhir. Ke depan, PC IPPNU Kabupaten Kendal akan terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi pelajar dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberdayaan pelajar perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga melalui kekuatan iman, mental, serta kemampuan menjaga martabat diri.
“Perempuan yang berdaya itu bukan hanya keras suaranya, tetapi juga kuat imannya, kuat mentalnya, dan mampu menjaga martabat kita sebagai seorang pelajar,” katanya.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kendal KH Sajidin Noor turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan IPNU-IPPNU yang memberikan manfaat bagi organisasi, masyarakat, pemerintahan, maupun negara perlu terus dilaksanakan secara optimal.
“Kegiatan seperti ini sangat baik. Ketika kegiatan IPNU-IPPNU memberikan manfaat bagi organisasi, masyarakat, pemerintahan, maupun negara, maka harus kita laksanakan sebaik mungkin dengan pelaksanaan yang optimal,” kata Sajidin.
Menurutnya, Duta Pelajar dan Gelar Budaya juga menjadi bagian dari proses kaderisasi generasi muda NU. Para kader IPNU dan IPPNU, kata dia, tidak hanya perlu memperkuat ilmu dan kemampuan, tetapi juga menjaga adab dalam berorganisasi.
Sajidin menambahkan, semangat “Berdaya, Digdaya, Berbudaya” perlu berjalan beriringan dengan nilai beradab.
“Ketika kita sudah berdaya, digdaya, dan berbudaya, tetapi kurang beradab, maka kita akan kehilangan nilai yang penting,” tuturnya.
Ia berharap kader muda NU terus belajar dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Beni Karnadi saat membuka kegiatan tersebut mengingatkan kader IPNU-IPPNU agar tidak meremehkan kemampuan diri.
“Jangan meremehkan kemampuan diri, jangan memperkecil kemampuan diri. Siapa pun dia, apa pun ukurannya, apa pun pengaruhnya, pasti akan memberikan dampak,” kata Beni.
Ia mendorong kader IPNU-IPPNU menjadikan organisasi sebagai ruang belajar, melatih kemampuan, sekaligus mengekspresikan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif.
Beni menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelajar di Kabupaten Kendal memiliki kapasitas dan kreativitas yang perlu terus dikembangkan. (red)






