KENDAL, Wawasannews.com – Kabupaten Kendal kehilangan salah satu ulama kharismatiknya. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal sekaligus Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, Drs. KH. Asro’i Tohir, M.Pd.I, meninggal dunia pada Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soewondo Kendal.
Kabar wafatnya ulama asal Kaliwungu tersebut membawa duka bagi masyarakat, tokoh agama, serta berbagai organisasi Islam di Kabupaten Kendal. Semasa hidupnya, KH Asro’i Tohir dikenal sebagai sosok yang aktif dalam dakwah, pendidikan Islam, dan membangun ukhuwah di tengah masyarakat.
Selain menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Kendal, almarhum juga pernah mengemban amanah sebagai pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal. Kiprahnya tidak hanya terbatas pada organisasi, tetapi juga aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Kendal.
Dalam tradisi Syawalan Kaliwungu, misalnya, KH Asro’i Tohir kerap memberikan penjelasan mengenai sejarah para auliya serta perkembangan syiar Islam di wilayah Kendal. Perannya tersebut menjadikan beliau sebagai salah satu rujukan masyarakat dalam memahami sejarah dan tradisi keislaman daerah.
Di bidang pendidikan, KH Asro’i Tohir mengabdikan diri sebagai dosen di Ma’had Aly Al Musyaffa’ serta aktif dalam pengelolaan yayasan pendidikan Islam. Dedikasinya di dunia pendidikan melahirkan banyak santri dan generasi muda yang mendapatkan pembinaan keagamaan.
KH Asro’i Tohir juga merupakan menantu almarhum KH Ahmad Abdul Hamid, ulama kharismatik asal Kendal yang dikenal sebagai penulis berbagai kitab keislaman sekaligus tokoh penting Nahdlatul Ulama.
Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Asro’i Tohir. Menurutnya, almarhum merupakan sosok ulama yang selama ini menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
“Kami atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kendal menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Drs. KH. Asro’i Tohir, M.Pd.I. Beliau adalah ulama kharismatik, tokoh panutan, sekaligus teladan bagi masyarakat Kendal. Pengabdian beliau dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta mengembangkan pendidikan Islam merupakan warisan yang sangat berharga,” ujarnya.
Mahfud berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Ucapan duka juga datang dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal, KH Ikhsan Intizam. Ia menyebut wafatnya KH Asro’i Tohir sebagai kehilangan besar bagi umat Islam di Kabupaten Kendal.
Menurut KH Ikhsan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan memiliki komitmen tinggi dalam membina umat. Dakwah yang disampaikan selalu menyejukkan dan mampu menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Atas nama keluarga besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kendal, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Asro’i Thohir. Beliau adalah ulama yang bersahaja, penuh keteladanan, dan selalu memberikan motivasi serta nasihat yang menyejukkan bagi umat,” kata KH Ikhsan Intizam.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi






