Unik! Bapak-Bapak di Desa Mojo Kendal Turun Tangan Gendong Tumpeng dalam Kirab Sedekah Bumi

- Pewarta

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kendal, menggendong tumpeng dan ayam ingkung saat kirab sedekah bumi, tradisi khas yang menjadi simbol syukur dan kebersamaan. Foto: WawasanNews/Dok. Istimewa.

Warga Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kendal, menggendong tumpeng dan ayam ingkung saat kirab sedekah bumi, tradisi khas yang menjadi simbol syukur dan kebersamaan. Foto: WawasanNews/Dok. Istimewa.

KENDAL, WawasanNews.com — Pemandangan tak lazim nan memikat hati menghiasi tradisi sedekah bumi atau merti desa di Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jika biasanya kaum hawa yang lekat dengan tugas membawa tumpeng dan ayam ingkung, di desa ini justru para bapak-bapak yang unjuk gigi mengemban hidangan sakral tersebut.

Dengan balutan busana tradisional, puluhan pria tampak gagah berjalan kaki mengelilingi desa. Menggunakan selendang kain, mereka dengan luwes menggendong tumpeng dan ayam ingkung. Di belakang barisan ini, arak-arakan gunungan hasil bumi turut menyemarakkan kirab budaya tahunan masyarakat Desa Mojo.

Bagi warga maupun wisatawan yang hadir, tradisi ini bukan sekadar tontonan visual yang unik. Kehadiran para bapak-bapak pembawa makanan ini membawa pesan simbolis tentang rasa syukur atas limpahan hasil bumi, sekaligus upaya menjaga kelestarian warisan budaya leluhur.

Sebelum diarak, tumpeng dan ayam ingkung tersebut disiapkan dan dimasak langsung oleh warga di dapur masing-masing. Hidangan ini kemudian dikumpulkan di kediaman Kepala Desa Mojo sebagai titik kumpul awal sebelum prosesi kirab dimulai.

Kepala Desa Mojo, Nur Khalis, menjelaskan bahwa sedekah bumi adalah wujud nyata rasa syukur sekaligus wadah doa bersama agar seluruh warga senantiasa dilimpahi keselamatan dan kesejahteraan.

“Keunikan tradisi di Desa Mojo memang terletak pada cara warga membawa hidangan. Mayoritas penggendong adalah bapak-bapak dan anak laki-laki, yang dipadukan dengan penggunaan wadah serta perlengkapan berunsur tradisional,” ungkap Nur Khalis pada Kamis (25/6/2026).

Rute kirab budaya ini bergerak dari rumah kepala desa menuju masjid desa. Di tempat ibadah tersebut, seluruh makanan dan hasil bumi didoakan bersama oleh tokoh agama setempat. Setelah prosesi spiritual selesai, rombongan melanjutkan langkah menuju balai desa.

Di balai desa, panitia akan mengambil sebagian ayam ingkung warga untuk disajikan dalam acara puncak, yakni pagelaran wayang kulit. Sementara itu, sisa nasi tumpeng dan ingkung lainnya dibawa pulang untuk dinikmati bersama sanak keluarga.

Kemeriahan memuncak saat gunungan hasil bumi yang sarat akan sayur-mayur dan buah-buahan tiba di depan balai desa. Dalam hitungan menit, gunungan tersebut ludes diperebutkan oleh warga yang antusias mengharapkan berkah.

Keunikan dan kekompakan warga Desa Mojo ini turut menuai apresiasi dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Ia menilai tradisi ini merupakan contoh luar biasa tentang bagaimana sebuah komunitas mampu merawat budaya sekaligus memperkokoh kohesi sosial antarwarga.

“Nilai utama dari sedekah bumi bukan hanya pada rangkaian acaranya, tetapi juga pada semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang diwariskan oleh para leluhur,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Mojo, sedekah bumi jelas bukan sebatas rutinitas kalender tahunan. Kirab tumpeng dan ayam ingkung yang digendong oleh kaum pria ini menjadi identitas budaya yang otentik, serta medium yang efektif untuk merekatkan persaudaraan lintas generasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kapolres Kendal Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kendal Jadi Percontohan Tata Kelola Pasokan Telur Program MBG
Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal
Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan
PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal
BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa
Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan
PSIS Resmi Rekrut Deri Corfe, Striker Asal Inggris Jadi Pemain Asing Pertama Musim 2026/2027

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:04

Kapolres Kendal Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:32

Kendal Jadi Percontohan Tata Kelola Pasokan Telur Program MBG

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:11

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:14

Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03

PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal

Berita Terbaru