Kebakaran Hutan Australia: 1 Pemadam Tewas, Hampir 40 Rumah Hancur di NSW dan Tasmania

- Pewarta

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Taman Nasional dan Satwa Liar di darat dekat titik kebakaran Bulahdelah. (Istimewa/Wawasannews)

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Taman Nasional dan Satwa Liar di darat dekat titik kebakaran Bulahdelah. (Istimewa/Wawasannews)

Sydney, Wawasannews.com – Seorang pemadam kebakaran tewas tertimpa pohon tumbang dan hampir 40 rumah hancur setelah rangkaian kebakaran hutan melanda dua negara bagian di Australia, New South Wales (NSW) dan Tasmania, sejak akhir pekan.

Petugas berusia 59 tahun itu, yang diidentifikasi media lokal sebagai John Lohan, adalah veteran hampir 30 tahun di National Parks and Wildlife Service (NPWS). Ia meninggal pada Minggu malam (7/12/2025) ketika sebuah pohon roboh menimpanya saat memimpin tim memadamkan api di dekat Nerong, selatan kota kecil Bulahdelah, sekitar 200 km di utara Sydney.

Api Lahap Ribuan Hektar Hutan di Bulahdelah

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebakaran di sekitar Bulahdelah telah membakar ribuan hektar semak dan hutan, termasuk kawasan Myall Lakes National Park yang berada di dekat jalan raya utama Pacific Highway. Laporan terbaru menyebutkan luas area terdampak mencapai sekitar 4.000 hektar sejak api mulai berkobar pada Jumat lalu.

Api sempat mengancam rumah-rumah di sepanjang Emu Creek Road dan area di sisi Pacific Highway. Sedikitnya empat properti dipastikan hancur di wilayah Bulahdelah, sementara puluhan lainnya mengalami kerusakan beragam tingkat, dari ringan hingga berat.

Lebih dari 300 personel dikerahkan, dibantu helikopter water bombing dan dukungan udara lain, untuk menahan pergerakan api dan melindungi permukiman. Otoritas peringatan kebakaran di NSW menyebutkan masih ada puluhan titik kebakaran aktif di negara bagian itu, dengan sejumlah di antaranya berstatus belum terkendali akibat panas ekstrem dan angin berubah-ubah.

Baca Juga  Antisipasi Kriminalitas, Polsek Weleri Intensifkan Patroli Malam

Dolphin Sands, Tasmania: 19 Rumah Hancur, Akses Baru Dibuka

Di negara bagian pulau Tasmania, komunitas pesisir Dolphin Sands di pantai timur menjadi salah satu yang paling terdampak. Kebakaran di kawasan itu telah menghancurkan sedikitnya 19 rumah dan membakar sekitar 700 hektar lahan, dengan puluhan bangunan lain dilaporkan rusak.

Kondisi angin yang sangat kencang hingga lebih dari 100 km/jam sempat membuat pesawat pemadam tidak dapat diterbangkan dan memaksa evakuasi massal warga ke pusat-pusat penampungan.

Setelah beberapa hari penutupan, otoritas setempat pada Selasa (9/12/2025) mengumumkan bahwa Dolphin Sands Road—satu-satunya akses utama ke komunitas tersebut—dibuka kembali untuk lalu lintas lokal mulai siang hari waktu setempat. Namun, hanya warga dengan bukti kepemilikan yang diizinkan masuk, dengan kecepatan dibatasi dan petugas masih berjaga di sejumlah titik.

Petugas kesehatan publik mengingatkan warga yang kembali agar menggunakan masker P2/N95 dan pakaian pelindung ketika memasuki area rumah mereka, karena abu dan puing bangunan berpotensi mengandung material berbahaya, termasuk asbes. Pemerintah negara bagian juga menjanjikan bantuan pembersihan resmi sehingga warga tidak perlu menanggung biaya pembersihan sendiri.

Baca Juga  Korban Serangan Israel di Gaza Saat Gencatan Senjata Tembus 30 Orang

Musim Kebakaran 2025 Dianggap “Awal yang Mencemaskan”

Para ilmuwan kebakaran hutan dan otoritas darurat menyebut rangkaian kebakaran di NSW dan Tasmania ini sebagai “awal yang mengkhawatirkan” untuk musim kebakaran 2025. Setelah beberapa tahun dengan curah hujan di atas normal yang menekan risiko kebakaran, kondisi tanah kini mengering dengan cepat dan vegetasi yang tumbuh lebat berubah menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Laporan lingkungan terbaru memperkirakan hampir 40 rumah telah hancur di tiga lokasi utama—Bulahdelah dan Koolewong di NSW, serta Dolphin Sands di Tasmania—sementara suhu di beberapa bagian NSW menembus 40°C disertai peringatan gelombang panas dan larangan total penggunaan api.

Pemerintah federal dan negara bagian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga John Lohan dan memuji pengorbanan para pemadam kebakaran di garis depan. Investigasi resmi tengah dilakukan untuk mengetahui detail insiden yang merenggut nyawa sang pemadam.

Risiko Bagi Warga dan Pelajaran untuk Kawasan Rawan Kebakaran

Kematian pemadam kebakaran akibat pohon tumbang menegaskan bahwa bahaya kebakaran hutan bukan hanya berasal dari kobaran api, tetapi juga dari kondisi sekitar seperti pepohonan rapuh, asap pekat, dan perubahan arah angin yang tiba-tiba. Di Tasmania, dua pemadam lain dilaporkan mengalami cedera saat berupaya menahan api di Dolphin Sands.

Baca Juga  Kemenag di FISIP UIN Surabaya, Budaya Mutu Bekal Terbaik Menyambut Indonesia Emas 2045

Otoritas di NSW dan Tasmania kembali menekankan pentingnya rencana darurat pribadi bagi warga di kawasan rawan kebakaran:

  • Memantau aplikasi resmi seperti Hazards Near Me (NSW) dan laman TasALERT (Tasmania) untuk pembaruan peringatan.

  • Menyiapkan jalur evakuasi dan titik aman—di beberapa wilayah pesisir, pantai kerap dijadikan lokasi perlindungan terakhir.

  • Membersihkan serasah kering di sekitar rumah dan memastikan akses bagi kendaraan pemadam tidak terhalang.

Bagi Indonesia, yang juga berulang kali berhadapan dengan kebakaran lahan dan hutan, situasi di Australia ini menjadi pengingat bahwa:

  • Curah hujan tinggi beberapa tahun berturut-turut tidak otomatis menghilangkan risiko kebakaran jika bahan bakar kering terus menumpuk.

  • Sistem peringatan dini dan komunikasi publik harus jelas, konsisten, dan mudah diakses agar warga tidak bingung saat situasi berubah cepat.

  • Keselamatan personel pemadam perlu menjadi prioritas, termasuk pemantauan risiko pohon tumbang, penggunaan alat pelindung, serta evaluasi prosedur penugasan di medan ekstrem.

Sementara api di sejumlah lokasi mulai lebih terkendali, otoritas Australia mengingatkan bahwa musim kebakaran masih panjang. Warga di kawasan terdampak diimbau menunda kembali ke rumah jika belum benar-benar dinyatakan aman dan tetap mengikuti instruksi resmi petugas di lapangan. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru