Semangat “Merdeka atau Mati” di Hari Pahlawan: Kisah Heroik dari Pertempuran Surabaya

- Pewarta

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi by Chat GPT. (wawasannews)

Ilustrasi by Chat GPT. (wawasannews)

SURABAYA, Wawasannews – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebuah momentum bersejarah untuk mengenang perjuangan para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Tanggal ini menjadi simbol semangat juang rakyat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dari penjajahan pasca Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pertempuran Surabaya menjadi tonggak utama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ribuan pejuang gugur dalam pertempuran sengit melawan pasukan Sekutu yang jauh lebih kuat dan bersenjata lengkap. Latar belakang pertempuran tersebut bermula dari tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, seorang perwira Inggris, pada 30 Oktober 1945, yang kemudian memicu kemarahan pihak Sekutu dan melancarkan serangan besar-besaran ke Surabaya.

Baca Juga  NU Peduli Kendal Kirim Relawan LPBI NU untuk Percepatan Evakuasi Longsor Banjarnegara

Pemerintah Indonesia saat itu menyerukan kepada rakyat untuk tetap mempertahankan kehormatan bangsa. Warga Surabaya pun bersatu padu, tanpa kenal takut menghadapi gempuran musuh. Sosok Bung Tomo muncul sebagai pengobar semangat perjuangan melalui pidato-pidato heroiknya yang disiarkan lewat radio. Seruannya yang terkenal, “Merdeka atau Mati!”, menggema di seluruh penjuru kota dan menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia melawan penjajahan.

Pertempuran yang berlangsung berminggu-minggu itu menelan korban jiwa yang sangat besar di kedua belah pihak. Namun, keberanian dan tekad rakyat Surabaya memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia bukan bangsa yang mudah ditundukkan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat heroik para pejuang, pemerintah menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Setiap tahun, masyarakat di seluruh daerah memperingatinya melalui upacara, doa bersama, serta berbagai kegiatan kebangsaan. Peringatan ini menjadi pengingat abadi agar semangat nasionalisme dan cinta tanah air terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda. (fuad)

Baca Juga  Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

GT World Challenge Asia 2026 Digelar di Mandalika, Ajang Balap Dunia Kembali ke Indonesia
Audiensi PDKN dan Lembaga Pendidikan ke DPD RI, Soroti Beasiswa hingga Kebebasan Akademik
Harga Emas Antam Turun Rp50.000, Momentum Beli atau Sinyal Waspada?
Kempo Indonesia Berduka, Pendiri Perkemi Indra Kartasasmita Tutup Usia
Volkswagen Luncurkan Dua Mobil Listrik Baru di China, Usung Teknologi AI dan LiDAR
Viral Isu Kas Masjid Diambil Alih, Kemenag Pastikan Itu Hoaks
Gelombang Hujan Lebat Mengintai, BMKG Minta Warga Siaga di Sejumlah Wilayah
PBVSI Terapkan Format Baru Three Winning Set di Final Proliga 2026, Laga Bisa Berlangsung Hingga Tiga Hari

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:53

GT World Challenge Asia 2026 Digelar di Mandalika, Ajang Balap Dunia Kembali ke Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 10:45

Audiensi PDKN dan Lembaga Pendidikan ke DPD RI, Soroti Beasiswa hingga Kebebasan Akademik

Rabu, 22 April 2026 - 09:50

Harga Emas Antam Turun Rp50.000, Momentum Beli atau Sinyal Waspada?

Rabu, 22 April 2026 - 09:35

Kempo Indonesia Berduka, Pendiri Perkemi Indra Kartasasmita Tutup Usia

Rabu, 22 April 2026 - 09:24

Volkswagen Luncurkan Dua Mobil Listrik Baru di China, Usung Teknologi AI dan LiDAR

Berita Terbaru