JAKARTA, Wawasannews.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga hewan kurban di wilayah Jakarta Selatan masih terpantau stabil. Meski ada kenaikan di sejumlah lapak penjualan, nilainya disebut belum terlalu signifikan dan aktivitas jual beli tetap berjalan seperti biasa.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan Ridho Sosro Yudyantoro mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan penjualan hewan kurban di lapangan.
Dari hasil pemantauan sementara, harga memang mengalami sedikit kenaikan dibanding sebelumnya. Namun kondisi pasar secara umum masih terbilang normal.
“Monitoring penjualan sejauh ini masih standar. Memang ada sedikit kenaikan harga rata-rata,” kata Ridho saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Menurut Ridho, ada beberapa faktor yang memengaruhi harga hewan kurban tahun ini. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan ternak dari daerah pemasok.
Selain itu, cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga ikut berpengaruh terhadap kondisi hewan ternak.
Di sisi lain, keterbatasan pakan di daerah asal ternak turut berdampak pada biaya pemeliharaan hingga harga jual ke konsumen.
“Karena mungkin ketersediaan hewan, kemudian cuaca panas, dan di daerah asalnya ketersediaan pakan juga terbatas. Itu berpengaruh juga ke harga jual,” ujarnya.
Meski demikian, Ridho memastikan belum ada lonjakan harga yang mencolok menjelang Idul Adha.
“Kalau secara umum masih stabil,” tambahnya.
Sementara itu, pedagang sapi kurban bernama Widi mengatakan hewan yang dijual di lapaknya sebagian besar berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah.
Menurut dia, jumlah hewan kurban tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu. (Dilansir dari antaranews)
Hanya saja, jenis sapi yang tersedia lebih beragam.
Di lapaknya tersedia beberapa jenis sapi seperti Limousin, Peranakan Ongole (PO), Brahman, Bali, hingga Simental.
Untuk ukuran terbesar, bobot sapi yang dijual mencapai sekitar satu ton.
Harga jual pun bervariasi tergantung ukuran dan jenis ternaknya.
“Kalau harga tergantung sapinya. Ada yang sampai Rp100 juta lebih, ada juga sekitar Rp90 juta,” kata Widi.
Selain memantau harga dan penjualan, Sudin KPKP Jakarta Selatan sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah tersebut.
Dalam sepekan menjelang Idul Adha, tercatat ada 18.575 ekor hewan kurban yang diperiksa petugas.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan memenuhi syarat kurban sesuai ketentuan syariat dan dalam kondisi sehat.
Petugas juga mengecek kesehatan fisik hewan agar bebas dari penyakit menular atau zoonosis.
Dengan pengecekan tersebut, hewan kurban yang dijual diharapkan aman saat dipotong dan layak dikonsumsi masyarakat selama Idul Adha.
Di tengah tingginya kebutuhan kurban setiap tahun, kestabilan harga dan kesehatan hewan tetap menjadi perhatian utama bagi pedagang maupun calon pembeli. (red)









