JAKARTA, Wawasannews.com – Pemerintah didesak bergerak cepat setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Kementerian Luar Negeri segera mengambil langkah diplomasi untuk memastikan keselamatan para WNI yang terdiri dari aktivis hingga jurnalis tersebut.
Menurut Hasanuddin, pemerintah perlu membuka jalur komunikasi diplomatik, baik secara langsung maupun melalui forum internasional.
“Pemerintah harus cepat bertindak. Keselamatan WNI harus jadi prioritas,” kata Hasanuddin di Jakarta, Selasa.
Ia menilai pencegatan kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional tidak bisa dianggap biasa. Apalagi, dalam rombongan itu terdapat relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil.
Hasanuddin juga meminta Indonesia memanfaatkan jalur multilateral, termasuk menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB dan mendorong keterlibatan Komite Internasional Palang Merah (ICRC). (Dilansir dari antaranews)
Menurutnya, kasus ini bukan hanya soal perlindungan warga negara, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan Siprus.
Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang menyebut pemerintah Indonesia mengutuk keras aksi tersebut, termasuk dugaan penculikan terhadap sejumlah WNI yang berada dalam rombongan.
Insiden itu terjadi saat konvoi kemanusiaan berupaya menuju Jalur Gaza untuk mengirim bantuan bagi warga Palestina.
Kasus ini menambah perhatian publik Indonesia terhadap konflik di Gaza, terutama karena ada keterlibatan langsung WNI dalam misi kemanusiaan internasional.
Pemerintah kini diharapkan segera memberikan perkembangan resmi terkait kondisi sembilan WNI tersebut serta langkah perlindungan yang sedang dilakukan. (red)









