BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli, Tekanan Dolar Dinilai Sementara

- Pewarta

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur BI Perry Warjiyo (depan, tengah) memberi penjelasan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Gubernur BI Perry Warjiyo (depan, tengah) memberi penjelasan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat mulai Juli 2026 setelah tekanan permintaan dolar AS diperkirakan mulai mereda.

Saat ini, rupiah masih berada dalam tekanan akibat tingginya kebutuhan valuta asing yang biasa terjadi pada April hingga Juni. Kondisi tersebut dipicu pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen perusahaan, hingga kebutuhan perjalanan ibadah haji.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor global dan kebutuhan dolar yang meningkat secara musiman.

“Sekarang memang sedang tertekan karena faktor global dan seasonal demand April, Mei, Juni. Insya Allah nanti Juli mulai menguat,” kata Perry saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Dilansir dari antaranews)

BI memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran asumsi APBN, yakni Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Meski begitu, secara year to date, rata-rata kurs rupiah masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS.

Selain faktor domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kondisi global. Konflik Timur Tengah yang memanas sejak awal tahun memicu kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat dolar AS.

Di sisi lain, inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi membuat peluang penurunan suku bunga bank sentral AS atau The Fed semakin kecil.

Kondisi ini berdampak pada keluarnya dana asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Data BI mencatat arus keluar modal asing dari pasar saham mencapai Rp26,06 triliun pada Januari-Maret 2026. Sementara pasar Surat Berharga Negara (SBN) mengalami outflow Rp25,1 triliun pada periode yang sama.

Namun, BI melihat kondisi mulai membaik. Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali mencatat arus masuk modal asing setelah suku bunga instrumen tersebut dinaikkan.

Pada April, inflow SRBI tercatat Rp48,26 triliun dan Mei sebesar Rp27,05 triliun.

Perry menyebut tambahan pasokan valas dari arus modal masuk ini membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah tingginya permintaan dolar.

Ia juga memperkirakan kebutuhan intervensi BI akan mulai menurun pada Juli hingga Agustus saat permintaan dolar tidak lagi setinggi saat ini.

Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), rupiah tercatat melemah ke level Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS.

Sementara kurs JISDOR Bank Indonesia berada di level Rp17.666 per dolar AS. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik
Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun
Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen
DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah
DPRD Kendal Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Cegah Kebakaran Melalui Sosialisasi
Satgas MBLB Kendal Hentikan Sementara Pengurukan Lahan di Arteri Kaliwungu, Utamakan Keselamatan dan Kepatuhan Perizinan
Gaji Ke-13 ASN Kendal Segera Cair, Pemkab Pastikan PNS dan PPPK Terima Pekan Ini
Polres Kendal Jemput Bola Cari Penderita TB Paru, Tracing Dilakukan dari Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:30

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:01

Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00

Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:30

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43

Satgas MBLB Kendal Hentikan Sementara Pengurukan Lahan di Arteri Kaliwungu, Utamakan Keselamatan dan Kepatuhan Perizinan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:30