Dokumentasi Warga soal Pembangunan IKN Diakui ANRI, Ribuan Video dari Kaltim Disiapkan Jadi Arsip Nasional

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kalimantan Timur, Dian Rana (kanan) menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas puluhan arsip digital terkait proses pembangunan IKN pada Momentum Hari Kearsipan ke-55 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Warga Kalimantan Timur, Dian Rana (kanan) menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas puluhan arsip digital terkait proses pembangunan IKN pada Momentum Hari Kearsipan ke-55 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Dokumentasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang direkam warga secara mandiri mulai mendapat pengakuan sebagai bagian dari arsip nasional.

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menerima puluhan arsip digital yang memuat perkembangan kawasan IKN. Menariknya, arsip tersebut bukan berasal dari lembaga pemerintah, melainkan hasil dokumentasi warga yang mengikuti perubahan kawasan itu sejak awal pembangunan.

Warga Kalimantan Timur, Dian Rana, menjadi salah satu yang kini ikut menyumbangkan dokumentasinya ke ANRI.

Ia menyebut ada sekitar 1.200 video yang sudah disiapkan dan akan diserahkan secara bertahap untuk dinilai sebagai arsip nasional.

Langkah itu dilakukan setelah ANRI lebih dulu memverifikasi dan menerima 27 nomor arsip digital milik Dian. Arsip tersebut merekam perkembangan IKN pada periode 2021 hingga 2022.

Bagi Dian, dokumentasi itu awalnya dibuat secara sederhana.

Ia merekam kondisi lapangan, perubahan kawasan, hingga aktivitas pembangunan yang berlangsung dari waktu ke waktu. Seiring berjalannya proyek, rekaman itu justru menjadi catatan yang cukup lengkap tentang perkembangan di lapangan.

Menurutnya, ada banyak momen yang berhasil terekam dari sudut pandang masyarakat.

Tidak semuanya ditemukan dalam dokumen resmi pemerintah.

Karena itu, dokumentasi warga dianggap bisa melengkapi catatan pembangunan nasional dari sisi yang lebih dekat dengan situasi lapangan.

“Setelah menerbitkan buku, saya berencana mengubah cara berkonten di ruang publik. Jadi video lama sekitar 1.200 akan saya ajukan ke ANRI secara bertahap untuk dinilai kembali,” kata Dian dalam keterangannya diterima di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dian juga bercerita, proses mengambil dokumentasi di kawasan pembangunan tidak selalu berjalan mulus.

Ada masa ketika dirinya mengalami pembatasan saat mencoba mendekati area proyek.

Meski begitu, ia tetap mendokumentasikan perubahan yang bisa dijangkau.

Dari rekaman itulah kemudian tersimpan banyak catatan visual tentang perkembangan kawasan IKN sejak tahap awal.

“Saya tidak pernah menyangka video yang dulu diambil dengan keterbatasan, bahkan sering ditolak saat mencoba mendekat, akhirnya bisa menjadi bagian dari sejarah pembangunan IKN,” ujarnya.

Masuknya dokumentasi warga ke arsip nasional dinilai memberi ruang yang lebih luas dalam pencatatan sejarah pembangunan.

Selama ini, arsip pembangunan identik dengan dokumen resmi.

Kini rekaman dari masyarakat juga mulai diakui sebagai bagian penting untuk melihat perubahan sebuah wilayah secara utuh.

Sudut pandang warga dianggap punya nilai tersendiri karena merekam kondisi yang dilihat langsung di lapangan.

Selain video dokumentasi, Dian juga menulis buku berjudul Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar.

Buku itu memuat catatan lapangan dan pengalaman pribadinya selama mengikuti perkembangan pembangunan IKN dari dekat.

Karya tersebut sudah dibedah di Universitas Djuanda pada 20 Mei 2026. (Dilansir dari antaranews)

Dian berharap makin banyak masyarakat di berbagai daerah ikut menyimpan dokumentasi penting di lingkungannya.

Apalagi di wilayah yang sedang mengalami perubahan pembangunan cukup besar.

Menurutnya, dokumentasi sederhana yang dibuat warga bisa punya nilai sejarah di masa mendatang.

Bagi masyarakat daerah, termasuk di Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal, hal ini juga jadi pengingat bahwa arsip tak selalu berbentuk dokumen resmi.

Foto, video, dan catatan lapangan dari masyarakat bisa menjadi rekam jejak penting tentang perubahan di suatu daerah.

Mulai dari pembangunan kawasan, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga dinamika sosial warga.

Saat tersimpan dengan baik, catatan seperti itu bisa menjadi bagian dari sejarah daerah untuk generasi berikutnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng
SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng
PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun
Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I
Di KEK Kendal Segera Dibangun Kantor Unit Layanan Imigrasi, Investor Asing Kini Makin Dimudahkan
Kendal Bersiap Terapkan Aturan Kawasan Tanpa Rokok
Krisis Air Tiap Kemarau, Sumur Bor Dibangun untuk Warga 3 RT di Tambahsari

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:35

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 10:12

SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng

Jumat, 11 September 2026 - 09:30

PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun

Jumat, 11 September 2026 - 09:15

Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 11 September 2026 - 06:02

PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I

Berita Terbaru

Secret Link