Dampak PMK, Stok Sapi Qurban di Kendal Menipis, Harga Tembus Rp30 Juta

- Pewarta

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pedagang memeriksa kondisi sapi qurban di kandangnya di wilayah Kendal jelang Idul Adha 2026. Foto : Wawasannews.com

Seorang pedagang memeriksa kondisi sapi qurban di kandangnya di wilayah Kendal jelang Idul Adha 2026. Foto : Wawasannews.com

KENDAL, Wawasannews.com – Dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) masih membayangi ketersediaan hewan qurban di Kabupaten Kendal jelang Idul Adha 2026. Pasokan sapi yang menurun membuat harga di pasaran mengalami kenaikan signifikan, bahkan menembus angka Rp30 juta per ekor.

Sejumlah pedagang mengakui bahwa kondisi ini merupakan imbas dari serangan PMK yang sebelumnya sempat melanda ternak. Akibatnya, jumlah sapi sehat yang siap jual berkurang, sementara permintaan masyarakat justru mulai meningkat mendekati hari raya.

Salah satu pedagang sapi qurban di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Abas Komarudin, mengatakan bahwa stok sapi tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, keterbatasan pasokan membuat harga ikut terdongkrak hingga sekitar 15 persen.

“Stok memang berkurang karena dampak PMK, tapi permintaan mulai naik. Akibatnya harga ikut naik sekitar 15 persen,” ujarnya.

Saat ini, ia menyediakan sekitar 50 ekor sapi dengan kisaran harga mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan. Ia memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat karena dirawat secara alami dengan pakan rumput tanpa tambahan bahan lain.

Di sisi lain, kondisi ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap berqurban. Salah satu warga, Samiyo Puspito, mengaku telah membeli tiga ekor sapi untuk kebutuhan qurban di Mushola Baitul Muslimin melalui sistem patungan.

“Walaupun harga naik, kami tetap berqurban. Kami patungan tujuh orang untuk satu sapi agar lebih ringan,” katanya.

Ia menyebut, harga sapi yang dibeli mencapai sekitar Rp26,5 juta per ekor. Tradisi berqurban di lingkungannya pun tetap berjalan setiap tahun dengan jumlah tiga hingga enam ekor sapi, ditambah beberapa kambing.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih hewan qurban, sekaligus mempersiapkan anggaran lebih awal. Sementara itu, pedagang berharap pasokan hewan ternak ke depan dapat kembali stabil agar harga bisa lebih terkendali.

Pewarta : Zidnal

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jelang Kongres XXI IPNU, Irfan Khamid Konsolidasikan PC IPNU se-Jateng dan Bicara Arah Masa Depan Organisasi
RAKORWIL CBP-KPP Jawa Tengah Matangkan Persiapan Menuju Kongres IPNU-IPPNU
Rapimwil III IPNU-IPPNU Jateng Matangkan Konsolidasi Menuju Kongres
456 Siswa SMA NU 05 Brangsong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Brangsong 1
Disperinaker Kendal Siapkan SDM Kompeten, 80 Peserta Ikuti Pelatihan Gratis Las dan Garmen
PPP Jateng: Pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berdasarkan Evaluasi Organisasi
DPRD Kendal Dorong APBD 2027 Berpihak pada Layanan Kesehatan dan Penanganan Stunting
Ngopi Bareng FKUB, Dandim Kendal Perkuat Sinergi Lintas Agama Demi Kondusivitas Wilayah

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:36

Jelang Kongres XXI IPNU, Irfan Khamid Konsolidasikan PC IPNU se-Jateng dan Bicara Arah Masa Depan Organisasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:03

RAKORWIL CBP-KPP Jawa Tengah Matangkan Persiapan Menuju Kongres IPNU-IPPNU

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:51

Rapimwil III IPNU-IPPNU Jateng Matangkan Konsolidasi Menuju Kongres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:05

456 Siswa SMA NU 05 Brangsong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Brangsong 1

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:36

Disperinaker Kendal Siapkan SDM Kompeten, 80 Peserta Ikuti Pelatihan Gratis Las dan Garmen

Berita Terbaru

Secret Link