Pemkab Kendal Bersihkan Lumpur dan Tanah di Perbatasan Kota untuk Cegah Kecelakaan

- Pewarta

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan dari Dishub, Satlantas Polres Kendal, dan Damkar melakukan pembersihan tumpukan lumpur di jalur perbatasan Kota Kendal, Desa Sumberejo, Kaliwungu, Kamis (13/11/2025), untuk mencegah kecelakaan akibat jalan licin. (Istimewa/Wawasannews)

Petugas gabungan dari Dishub, Satlantas Polres Kendal, dan Damkar melakukan pembersihan tumpukan lumpur di jalur perbatasan Kota Kendal, Desa Sumberejo, Kaliwungu, Kamis (13/11/2025), untuk mencegah kecelakaan akibat jalan licin. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews – Pemerintah Kabupaten Kendal bersama sejumlah instansi terkait melakukan aksi cepat tanggap dengan membersihkan tumpukan lumpur dan tanah di jalur perbatasan Kota Kendal, tepatnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, pada Kamis (13/11/2025). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi jalan licin saat hujan.

Kegiatan pembersihan ini melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satlantas Polres Kendal, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Dalam prosesnya, petugas gabungan menggunakan alat berat untuk mengeruk tumpukan tanah di bahu jalan dan dua unit mobil Damkar untuk menyemprot serta membersihkan sisa lumpur di permukaan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Mohammad Eko, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait meningkatnya risiko kecelakaan di kawasan tersebut. Menurutnya, bahu jalan yang lebih tinggi dibandingkan badan jalan menyebabkan air hujan membawa lumpur ke permukaan jalan dan membuatnya licin.

“Tujuan utama kami adalah mencegah kecelakaan serupa seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi bahu jalan yang lebih tinggi membuat lumpur mudah mengalir ke jalan dan menimbulkan licin, apalagi ketika hujan deras,” ujarnya.

Eko menambahkan, langkah pembersihan dilakukan secara maksimal agar tidak ada lagi material tanah yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Awalnya, Dishub berencana hanya melakukan penyemprotan oleh tim Damkar. Namun, setelah dilakukan peninjauan, ditemukan banyak tumpukan tanah di sisi jalan sehingga diputuskan untuk mendatangkan alat berat.

“Setiap kali hujan, air tidak mengalir lancar karena posisi bahu jalan lebih tinggi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan agar kondisi ini bisa ditangani lebih permanen,” tambahnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Kendal, Iptu Joko Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat dari pemerintah daerah dan kepolisian atas laporan masyarakat mengenai seringnya kecelakaan di kawasan tersebut.

foto : (Istimewa/Wawasannews)

“Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ibu Bupati Kendal yang disampaikan melalui Kadishub. Kami bekerja sama dengan BPJN dan PPK 1.3 Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan jalur ini aman bagi pengguna jalan,” ungkap Iptu Joko.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lumpur, tetapi juga memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik agar air hujan dapat langsung mengalir ke saluran irigasi dan tidak menimbulkan genangan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama saat kondisi hujan, untuk tetap waspada dan mengurangi kecepatan. Dengan pembersihan ini, kami berharap risiko kecelakaan bisa ditekan,” pesannya.

Upaya kolaboratif ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang berharap pembersihan dilakukan secara rutin agar kondisi jalan tetap aman, terutama di musim penghujan seperti sekarang. (Zdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi
KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja
DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar
Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM
Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan
BUMDes Tanjungmojo Panen Semangka Perdana, Bupati Kendal Dorong Jadi Komoditas Unggulan
Rumah Kadis Pertanian Kendal Dibobol Maling, Komplotan Gasak Dua Sepeda dan Helm

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:53

KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:29

DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:44

Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:25

Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan

Berita Terbaru