Ketua DPRD Kendal Dorong Optimalisasi PAD dan Restrukturisasi BUMD

- Pewarta

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq menerima laporan hasil kerja Pansus IV dari Ketua Pansus IV Mora Sandhy Purwandono dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kendal, Selasa (24/2/2026). Foto: Humas/Wawasannews

Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq menerima laporan hasil kerja Pansus IV dari Ketua Pansus IV Mora Sandhy Purwandono dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kendal, Selasa (24/2/2026). Foto: Humas/Wawasannews

KENDAL, Wawasannews.com – Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, mendorong optimalisasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta restrukturisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Kendal, Selasa (24/2/2026), yang membahas laporan dan rekomendasi Pansus IV terkait pengelolaan pendapatan daerah.

Menurut Mahfud, rekomendasi yang disampaikan Pansus IV menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola PAD. Ia menegaskan, DPRD akan mengawal pembahasan lanjutan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD agar langkah perbaikan benar-benar terealisasi.

“Ini akan kami bahas bersama Badan Anggaran dan TAPD agar optimalisasi peningkatan PAD benar-benar bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Kendal Apresiasi Digelarnya Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi

Sementara itu, Ketua Pansus IV DPRD Kendal, Mora Sandhy Purwandono, menilai capaian PAD Kabupaten Kendal dalam beberapa tahun terakhir belum menunjukkan sensitivitas yang ideal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan, dalam periode tertentu, sensitivitas tersebut disebut relatif rendah dan sempat bernilai negatif.

Ia mengungkapkan, belum maksimalnya PAD dipengaruhi sejumlah faktor internal, di antaranya keterbatasan data akurat terkait subjek dan objek pajak serta retribusi, kapasitas sumber daya manusia yang masih terbatas, hingga lemahnya sistem administrasi dan pelaporan.

“Koordinasi lintas OPD hendaknya lebih dioptimalkan guna meningkatkan kinerja pengelolaan PAD, terutama antara OPD pengumpul, OPD penghasil, dan OPD di bidang perencanaan serta evaluasi,” kata Mora.

Baca Juga  Dua Warga Meninggal, 63 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Semarang

Selain faktor internal, Pansus IV juga menyoroti tantangan eksternal, seperti keterbatasan infrastruktur transportasi dan komunikasi, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi, serta lemahnya pengawasan.

Untuk itu, Pansus IV menekankan pentingnya penguatan kontrol kualitas dalam pengelolaan PAD guna meningkatkan efisiensi, mencegah pelanggaran, dan menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Lebih lanjut, penetapan target PAD dinilai belum sepenuhnya berbasis pada potensi riil daerah. Target masih cenderung menggunakan pendekatan perkiraan, bukan hasil kajian komprehensif.

“Karena itu kami merekomendasikan seluruh OPD pengelola pendapatan untuk mengalokasikan anggaran kajian akademis potensi pendapatan dengan melibatkan akademisi dan kalangan profesional,” tegas politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Baca Juga  BNPB Pastikan Pemulihan Berjalan, 528 Warga Mengungsi Pasca Erupsi Semeru di Lumajang

Di sisi lain, optimalisasi BUMD juga menjadi perhatian serius. Laba BUMD dinilai sebagai sumber PAD strategis selain pajak dan retribusi. Pansus IV merekomendasikan restrukturisasi organisasi dan manajemen usaha, peningkatan kualitas SDM, serta perluasan unit usaha produktif berbasis potensi lokal.

Strategi yang disarankan antara lain peningkatan Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk mendongkrak deviden, penekanan Non-Performing Loan (NPL), hingga efisiensi biaya operasional, khususnya pada PDAM.

DPRD Kabupaten Kendal berharap, melalui perbaikan tata kelola dan penguatan BUMD, PAD Kabupaten Kendal ke depan dapat meningkat signifikan serta mampu menopang pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Pewarta: Wawan
Editor: Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng
Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik
BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli, Tekanan Dolar Dinilai Sementara
Realme 16T Siap Rilis, Usung Kamera Sony 50 MP dan Baterai 8.000 mAh
KEKEK Kendal Makin Diminati Investor, Serap 42 Ribu Tenaga Kerja hingga 2026
DPR Desak Pemerintah Segera Lindungi WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza
600 Prajurit Sudah Tempati Lokasi, Pembangunan Yon TP 935 Kendal Mulai Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:15

Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:01

Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:46

Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:25

Realme 16T Siap Rilis, Usung Kamera Sony 50 MP dan Baterai 8.000 mAh

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:13

KEKEK Kendal Makin Diminati Investor, Serap 42 Ribu Tenaga Kerja hingga 2026

Berita Terbaru