Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026

- Pewarta

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan sambutan pada acara Kaleidoskop Kinerja Tahun Anggaran 2025 Kementerian HAM di Jakarta, Senin (5/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan sambutan pada acara Kaleidoskop Kinerja Tahun Anggaran 2025 Kementerian HAM di Jakarta, Senin (5/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Indonesia dipastikan akan resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 8 Januari 2026. Penetapan tersebut menandai pencapaian penting diplomasi Indonesia di tingkat global, khususnya dalam isu-isu hak asasi manusia.

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menjelaskan bahwa terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB dilakukan melalui mekanisme regional yang berlaku di tubuh PBB. Pada 2026, giliran kawasan Asia Pasifik mendapat mandat untuk mengajukan kandidat presiden.

“Pemilihan dilakukan secara bergilir per kawasan, dan pada 2026 merupakan jatah Asia Pasifik,” ujar Pigai saat menyampaikan kinerja Kementerian HAM tahun anggaran 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca Juga  Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pigai menambahkan, proses pemilihan Presiden Dewan HAM PBB pada prinsipnya dilakukan berdasarkan kesepakatan di tingkat kawasan. Apabila hanya terdapat satu kandidat yang diajukan, maka proses di tingkat PBB bersifat penetapan administratif.

“Dengan hanya satu calon dari Asia Pasifik, maka di PBB tinggal ditetapkan. Pada 8 Januari nanti hanya dilakukan ketuk palu dan pergantian kepemimpinan dari presiden lama ke presiden baru,” jelasnya.

Menurut Pigai, keberhasilan Indonesia tidak lepas dari kerja keras diplomasi yang dilakukan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah negara Asia Pasifik sempat menyatakan minat untuk maju sebagai kandidat Presiden Dewan HAM PBB.

“Kami melakukan roadshow diplomatik hingga ke Jenewa, Timur Tengah, Asia, dan Australia,” ungkap Pigai. Dari enam negara yang sempat menyatakan kesiapan mencalonkan diri, lima di antaranya akhirnya bersedia menarik dukungan setelah dilakukan pendekatan diplomatik intensif.

Baca Juga  Hilirisasi Inovasi Energi untuk Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana di Jepara

Satu negara yang tetap maju hingga tahap pemilihan terbuka adalah Thailand. Namun, berdasarkan hasil pemungutan suara, Indonesia unggul signifikan.

“Thailand tidak bersedia mundur. Padahal Wakil Menteri HAM sempat melakukan komunikasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri Thailand beberapa jam sebelum pemilihan,” kata Pigai.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan arah prioritas Indonesia jika resmi menjabat sebagai Presiden Dewan HAM PBB. Fokus utama Indonesia akan diarahkan pada pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama akses terhadap gizi dan pendidikan.

  • “Ini sejalan dengan program HAM yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia,” ujar Sugiono. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai implementasi nyata pemenuhan hak asasi paling mendasar, yakni hak atas pangan dan kehidupan yang layak.
Baca Juga  DPRD Kendal Soroti Penonaktifan 119 Ribu Peserta BPJS, Dorong Pemkab Cari Solusi Pendanaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru