Cegah Banjir dan Longsor, GP Ansor Kendal Tanam 2.000 Pohon di Lereng Gunung Prau

- Pewarta

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan kader GP Ansor, Banser, relawan, dan unsur terkait berfoto bersama usai kegiatan Gerakan Ansor Menanam di Lereng Gunung Prau, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (8/2/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Ratusan kader GP Ansor, Banser, relawan, dan unsur terkait berfoto bersama usai kegiatan Gerakan Ansor Menanam di Lereng Gunung Prau, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (8/2/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal melalui aksi nyata penanaman pohon di kawasan rawan bencana. Melalui Gerakan Ansor Menanam, organisasi kepemudaan tersebut menanam sebanyak 2.000 bibit pohon di Lereng Gunung Prau, Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas maraknya bencana banjir dan longsor yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal. Selain penanaman pohon, para peserta juga mengikuti diskusi mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menjaga kawasan hulu.

Sekitar 500 peserta dari berbagai elemen turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kader GP Ansor dan Banser, komunitas pecinta lingkungan, mahasiswa, hingga pelajar yang secara bersama-sama menanam pohon keras penyangga alam.

Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi durian, mahoni, mangga, kelengkeng, trembesi, serta sejumlah pohon keras lainnya yang dinilai mampu memperkuat struktur tanah dan menjaga daya serap air.

Ketua PC GP Ansor Kendal, Ahmad Ali Nurudin, menegaskan bahwa kerusakan kawasan hulu menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir dan longsor di wilayah hilir.

“Jika hulunya rusak, maka wilayah bawah pasti terdampak. Ini bukan semata soal curah hujan, tetapi juga kelalaian dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan menanam pohon merupakan bentuk mitigasi bencana yang paling rasional dan berkelanjutan.

“Dampaknya memang tidak langsung terasa, tetapi ini merupakan investasi keselamatan bagi masa depan Kendal,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Kendal, Primardiyanto, menyampaikan bahwa Banser selama ini kerap terlibat langsung dalam penanganan bencana.

“Oleh karena itu, kami memilih terlibat sejak awal untuk mencegah bencana sebelum menimbulkan korban,” katanya.

Gerakan tersebut juga mendapat apresiasi dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Ia berharap aksi yang diinisiasi GP Ansor dapat menginspirasi organisasi kepemudaan dan komunitas lainnya.

“Bumi ini bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan yang harus kita jaga agar generasi mendatang terhindar dari bencana,” tuturnya.

Bupati menegaskan bahwa manfaat penanaman pohon bersifat jangka panjang dan membutuhkan komitmen bersama.

“Hasilnya mungkin baru terasa lima hingga sepuluh tahun ke depan, tetapi anak cucu kita yang akan menikmatinya,” imbuhnya.

Ia juga menilai upaya konservasi lingkungan tidak boleh berhenti di satu lokasi saja.

“Mitigasi bencana harus dilakukan di seluruh wilayah rawan di Kendal, bukan hanya di Gunung Prau,” tegasnya.

Melalui Gerakan Ansor Menanam, GP Ansor dan Banser Kendal menegaskan perannya sebagai kekuatan sosial yang tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga aktif dalam upaya pencegahan dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. ( ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemekaran Brebes Selatan Masuk Babak Baru, Musyaffa: Langkah Nyata Percepat Pelayanan dan Kemandirian Ekonomi
Ribuan Warga Antusias Terima Ayam Gratis, Polres Kendal Hadir Berikan Pelayanan Aksi Damai Peternak
Kapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat
1.247 Peternak Kendal Demo, Ketua DPRD Desak Harga Pakan Turun dan Telur Naik
Sensus Ekonomi 2026 di Kendal Capai 86,67 Persen, BPS Masih Kejar Pendataan hingga Tuntas
Peternak Ayam Petelur Kendal Bagi-bagi 15.000 Ayam, Desak Pemerintah Atasi Harga Pakan
PAN Kendal Mulai Susun Strategi Pemenangan Pemilu 2029, Enam Dapil Siapkan Program
Kapolres Kendal Sambangi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Beri Santunan dan Motivasi Anak Yatim

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:43

Pemekaran Brebes Selatan Masuk Babak Baru, Musyaffa: Langkah Nyata Percepat Pelayanan dan Kemandirian Ekonomi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:54

Ribuan Warga Antusias Terima Ayam Gratis, Polres Kendal Hadir Berikan Pelayanan Aksi Damai Peternak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:40

Kapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:53

1.247 Peternak Kendal Demo, Ketua DPRD Desak Harga Pakan Turun dan Telur Naik

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:15

Peternak Ayam Petelur Kendal Bagi-bagi 15.000 Ayam, Desak Pemerintah Atasi Harga Pakan

Berita Terbaru

Ilustrasi gambar

Opini

Mengapa Kita Begitu Takut pada Masa Depan?

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:28

Secret Link