Trump-Putin Bertemu di Alaska, Belum Ada Kesepakatan Gencatan Senjata Ukraina

- Pewarta

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konferensi pers di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus 2025. (Foto: Kevin Lamarque)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konferensi pers di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus 2025. (Foto: Kevin Lamarque)

Alaska, WawasanNews – Pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (15/8) di Alaska belum menghasilkan kesepakatan gencatan senjata dalam perang Ukraina. Meski demikian, keduanya menyebut pembicaraan berlangsung produktif.

Dalam konferensi pers singkat usai pertemuan hampir tiga jam, Trump menegaskan telah terjadi kemajuan meskipun belum ada keputusan final. “Ada banyak poin yang kami sepakati. Beberapa hal penting memang belum tercapai, tetapi kami sudah membuat kemajuan,” ujar Trump di hadapan media dengan latar bertuliskan “Mengejar Perdamaian.”

Putin pun berharap hasil diskusi dengan Trump tidak diganggu pihak luar, khususnya Ukraina dan sekutunya di Eropa. “Saya berharap kesepakatan hari ini menjadi titik acuan, tidak hanya untuk isu Ukraina, tetapi juga pemulihan hubungan pragmatis antara Rusia dan Amerika Serikat,” katanya.

Baca Juga  Prihatin Tragedi Ponpes Roboh, Ketua DPRD Kendal Minta Pengawasan Bangunan Diperketat

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT


Perundingan Tak Hasilkan Gencatan Senjata

Trump sebelumnya menargetkan pertemuan ini bisa membuka jalan menuju gencatan senjata atau pertemuan langsung antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Namun, hingga akhir, tidak ada langkah berarti ke arah itu.

Sementara pembicaraan berlangsung, perang terus berlanjut di Ukraina timur dengan peringatan serangan udara. Rusia juga melaporkan serangan drone Ukraina di wilayah Rostov dan Bryansk.

Zelenskyy menolak menyerahkan wilayah Ukraina kepada Moskow dan menuntut jaminan keamanan dari AS serta NATO. Ia menegaskan: “Sudah waktunya mengakhiri perang, langkah yang diperlukan harus diambil Rusia. Kami mengandalkan Amerika.”


Respons Internasional

Beberapa pihak menyambut hati-hati hasil KTT tersebut. Anggota parlemen oposisi Ukraina, Oleksiy Honcharenko, menyebut Putin hanya mengulur waktu. Menteri Luar Negeri Ceko, Jan Lipavsky, bahkan meragukan ketulusan Rusia. “Jika Putin serius ingin berdamai, dia tidak akan menyerang Ukraina di hari yang sama,” katanya.

Baca Juga  Menag Dorong Kajian Ontologi sebagai Arah Baru Penguatan Pesantren

Trump sendiri berjanji akan menghubungi Zelenskyy dan para pemimpin NATO untuk menyampaikan perkembangan. Namun, kekhawatiran tetap muncul bahwa Trump bisa saja membekukan konflik dengan mengakui secara informal kendali Rusia atas sebagian wilayah Ukraina.


Putin Dapat Kemenangan Simbolis

Meski tanpa hasil konkret, KTT ini tetap menguntungkan Putin. Pertemuan tersebut merupakan yang pertama dengan presiden AS sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Putin bisa menggambarkannya sebagai bukti bahwa upaya Barat mengisolasi Rusia gagal.

Di sisi lain, Putin masih menghadapi tuduhan kejahatan perang dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait deportasi anak-anak Ukraina. Rusia menolak tuduhan itu dan menganggap surat perintah ICC tidak sah.

Baca Juga  Indonesia–Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Maritim dan Infrastruktur, Tandai 75 Tahun Hubungan Bilateral

Langkah Selanjutnya

Trump menutup pertemuan dengan menyebut kemungkinan pertemuan lanjutan di Moskow. “Saya mungkin akan sedikit dikritik soal itu, tetapi bisa saja terjadi,” katanya.

Sejauh ini, baik Rusia maupun Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mundur. Ribuan warga sipil telah tewas, sebagian besar di Ukraina, sementara total korban tewas dan luka dari kedua belah pihak diperkirakan lebih dari satu juta orang sejak perang pecah lebih dari tiga tahun lalu.


Baca Juga: Berita Internasional Terkini di Wawasan News

Sumber eksternal:

Berita Terkait

Bupati Kendal Serahkan SK Adiwiyata 2025 untuk 16 Sekolah, Launching Persiapan Nasional 2026
Menuju Keuangan Inklusif, Pelaku UMKM Kendal Dapat Edukasi Finansial
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Mobil Pengantar Makanan di RS Koja
Presiden Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah se-Papua, Perkuat Arah Percepatan Pembangunan
Dunia Internasional Kecam Penembakan Massal Festival Yahudi di Sydney
Prabowo Kerahkan Kekuatan Nasional, Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat
Gasperini Antisipasi Laga Berat Roma vs Como: Dua Tim yang Sama-Sama Incar Kemenangan
Presiden Prabowo Apresiasi Perjuangan Atlet, Indonesia Koleksi 31 Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025
Berita ini 6.966 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:14

Bupati Kendal Serahkan SK Adiwiyata 2025 untuk 16 Sekolah, Launching Persiapan Nasional 2026

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:06

Menuju Keuangan Inklusif, Pelaku UMKM Kendal Dapat Edukasi Finansial

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:03

Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Mobil Pengantar Makanan di RS Koja

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:51

Presiden Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah se-Papua, Perkuat Arah Percepatan Pembangunan

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:04

Dunia Internasional Kecam Penembakan Massal Festival Yahudi di Sydney

Berita Terbaru