Dari Kandang Desa ke Istana, Sapi Jumbo Asal Kendal Jadi Kurban Presiden Prabowo

- Pewarta

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang peternak memandikan sapi jumbo bernama Gemoy di kandang milik Nur Khozin di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Rabu (13/5/2026). (Istimewa/Wawasannews).

Seorang peternak memandikan sapi jumbo bernama Gemoy di kandang milik Nur Khozin di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Rabu (13/5/2026). (Istimewa/Wawasannews).

KENDAL, Wawasannews.com – Dari sebuah kandang sederhana di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, seekor sapi jumbo bernama Gemoy berhasil mencuri perhatian hingga terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.

Sapi milik peternak lokal, Nur Khozin, itu memiliki bobot mencapai 1,1 ton dan dibeli dengan harga fantastis sebesar Rp122 juta. Terpilihnya Gemoy menjadi sapi kurban presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kendal sekaligus menunjukkan kualitas peternakan lokal yang mampu bersaing di level nasional.

Nur Khozin mengaku tidak menyangka sapi yang dirawatnya sejak kecil bisa menembus seleksi ketat Sekretariat Presiden. Gemoy kini berusia empat tahun dan dikenal sebagai sapi paling menonjol di kandangnya karena pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding sapi lainnya.

Baca Juga  Pendewasaan: Saat Manusia Belajar Mengendalikan Diri

“Alhamdulillah, saya bangga sekali. Dari kandang di desa, Gemoy bisa dipercaya menjadi hewan kurban presiden,” ujar Nur Khozin, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, rata-rata sapi yang ia pelihara berbobot 400 hingga 600 kilogram. Namun Gemoy menunjukkan perkembangan berbeda sejak usia dua tahun dengan kenaikan bobot yang signifikan.

“Sejak umur dua tahun, pertumbuhannya memang cepat. Badannya terus membesar dan bobotnya naik drastis,” jelasnya.

Karena dianggap memiliki potensi unggul, Gemoy mendapat perlakuan khusus dibanding sapi lainnya. Jika sapi lain hanya dimandikan beberapa kali dalam seminggu, Gemoy dirawat lebih intensif dengan mandi dua kali sehari, pagi dan sore.

Selain kebersihan, pola makan Gemoy juga dijaga ketat. Nur Khozin memilih sendiri rumput berkualitas, menambahkan vitamin, serta memberi ramuan rempah untuk menjaga kesehatan sapi andalannya.

Baca Juga  Seni Rewo-Rewo "Satrio Manunggal" Guncang Panggung Kendal Open Fair

“Pakannya kami pilih yang terbaik. Ada vitamin dan rempah juga supaya kondisinya tetap sehat,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati, mengatakan pemilihan sapi kurban presiden memiliki syarat ketat, mulai dari bobot minimal satu ton, kondisi sehat, memenuhi syariat kurban, hingga diutamakan berasal dari sapi lokal.

Pihaknya bahkan membentuk tim khusus untuk mencari sapi potensial di Kendal yang dapat diusulkan ke Sekretariat Presiden sebagai sapi bantuan kemasyarakatan.

“Kami melakukan survei langsung ke sejumlah peternak. Dari hasil seleksi, sapi milik Pak Nur Khozin memenuhi seluruh persyaratan dan lolos,” ujar Pandu.

Terpilihnya Gemoy tak hanya menjadi kebanggaan bagi pemilik, tetapi juga mempertegas potensi peternakan Kabupaten Kendal yang mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul hingga dipercaya masuk program kurban presiden.

Baca Juga  Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun

Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun
Dikira Tangisan dari Depan Rumah, Warga Ringinarum Temukan Bayi di Pekarangan
Heboh Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Autis di Semarang, Korban Kini Hamil 5 Bulan
Kecelakaan Pikap dan Motor di Boja Diselesaikan Secara Restorative Justice di Satlantas Polres Kendal
Jembatan Merah Putih Presisi Resmi Dibuka, Akses Warga Tembelang Kini Lebih Mudah
Anggota DPRD Kendal Sebut Jagung SPHP Bantu Ringankan Beban Peternak Ayam
Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional
341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:40

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09

Dari Kandang Desa ke Istana, Sapi Jumbo Asal Kendal Jadi Kurban Presiden Prabowo

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:36

Dikira Tangisan dari Depan Rumah, Warga Ringinarum Temukan Bayi di Pekarangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:44

Heboh Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Autis di Semarang, Korban Kini Hamil 5 Bulan

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:47

Kecelakaan Pikap dan Motor di Boja Diselesaikan Secara Restorative Justice di Satlantas Polres Kendal

Berita Terbaru