KENDAL, Wawasannews.com – Anggota DPRD Kendal Komisi B, Suwardi, menyambut positif penyaluran lebih dari 19 ribu ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk para peternak unggas di Kabupaten Kendal. Program tersebut dinilai mampu membantu menekan biaya pakan di tengah anjloknya harga telur dan naiknya biaya produksi.
Suwardi yang juga Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal mengatakan, kondisi peternak ayam petelur saat ini sedang tidak mudah. Produksi telur melimpah, namun harga jual di pasaran justru mengalami penurunan drastis.
“Di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja, dari sisi produksi kita melimpah, tetapi harga justru turun drastis. Mudah-mudahan dengan adanya penyaluran jagung SPHP ini bisa mengurangi beban biaya pakan kami,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan biaya produksi tidak hanya dipengaruhi harga jagung, tetapi juga kondisi global yang berdampak pada impor bahan baku pakan seperti BKK dan SBM. Kedua bahan tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas ayam petelur.
“Kalau tidak ada BKK dan SBM, ayam tidak bisa bertelur secara maksimal. Karena itu kami berterima kasih atas penyaluran jagung SPHP ini,” katanya.
Suwardi menjelaskan, jagung SPHP nantinya disalurkan kepada peternak sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam distribusinya, KPUS Kendal menjual jagung dengan harga Rp5.350 per kilogram hingga sampai ke peternak.
“Terima kasih atas subsidi jagungnya. Alhamdulillah Kendal menerima sekitar 19 ribu ton lebih. Jumlah peternak di Kendal ada 761 peternak. Peternak mikro mendapatkan kuota penyaluran tiga bulan, peternak kecil dua bulan, dan peternak menengah satu bulan,” terangnya.
Sementara itu, Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengatakan penyaluran jagung SPHP bertujuan membantu peternak menghadapi tingginya harga pakan.
“Harapannya dengan adanya bantuan SPHP Jagung dari pemerintah ini harga jagung lebih terjangkau. Hanya Rp5.000 dari gudang Bulog. Dan koperasi menyalurkan ke peternak dengan harga maksimal Rp5.500. Lebih murah boleh, sesuai kesepakatan anggota koperasi,” ujarnya saat pelepasan distribusi jagung SPHP dari gudang Bulog Semarang.
Ia menambahkan, program subsidi jagung tersebut dinilai penting untuk menekan biaya produksi peternak. Saat ini harga jagung di tingkat peternak rata-rata mencapai Rp6.300 per kilogram.
“Selain harga pakan yang masih tinggi, saat ini harga telur juga mengalami penurunan. Karena itu kondisi ini harus terus dipantau,” pungkasnya.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyad









