KENDAL, Wawasannews.com – Dari sebuah kandang sederhana di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, seekor sapi jumbo bernama Gemoy berhasil mencuri perhatian hingga terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026.
Sapi milik peternak lokal, Nur Khozin, itu memiliki bobot mencapai 1,1 ton dan dibeli dengan harga fantastis sebesar Rp122 juta. Terpilihnya Gemoy menjadi sapi kurban presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kendal sekaligus menunjukkan kualitas peternakan lokal yang mampu bersaing di level nasional.
Nur Khozin mengaku tidak menyangka sapi yang dirawatnya sejak kecil bisa menembus seleksi ketat Sekretariat Presiden. Gemoy kini berusia empat tahun dan dikenal sebagai sapi paling menonjol di kandangnya karena pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding sapi lainnya.
“Alhamdulillah, saya bangga sekali. Dari kandang di desa, Gemoy bisa dipercaya menjadi hewan kurban presiden,” ujar Nur Khozin, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, rata-rata sapi yang ia pelihara berbobot 400 hingga 600 kilogram. Namun Gemoy menunjukkan perkembangan berbeda sejak usia dua tahun dengan kenaikan bobot yang signifikan.
“Sejak umur dua tahun, pertumbuhannya memang cepat. Badannya terus membesar dan bobotnya naik drastis,” jelasnya.
Karena dianggap memiliki potensi unggul, Gemoy mendapat perlakuan khusus dibanding sapi lainnya. Jika sapi lain hanya dimandikan beberapa kali dalam seminggu, Gemoy dirawat lebih intensif dengan mandi dua kali sehari, pagi dan sore.
Selain kebersihan, pola makan Gemoy juga dijaga ketat. Nur Khozin memilih sendiri rumput berkualitas, menambahkan vitamin, serta memberi ramuan rempah untuk menjaga kesehatan sapi andalannya.
“Pakannya kami pilih yang terbaik. Ada vitamin dan rempah juga supaya kondisinya tetap sehat,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati, mengatakan pemilihan sapi kurban presiden memiliki syarat ketat, mulai dari bobot minimal satu ton, kondisi sehat, memenuhi syariat kurban, hingga diutamakan berasal dari sapi lokal.
Pihaknya bahkan membentuk tim khusus untuk mencari sapi potensial di Kendal yang dapat diusulkan ke Sekretariat Presiden sebagai sapi bantuan kemasyarakatan.
“Kami melakukan survei langsung ke sejumlah peternak. Dari hasil seleksi, sapi milik Pak Nur Khozin memenuhi seluruh persyaratan dan lolos,” ujar Pandu.
Terpilihnya Gemoy tak hanya menjadi kebanggaan bagi pemilik, tetapi juga mempertegas potensi peternakan Kabupaten Kendal yang mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul hingga dipercaya masuk program kurban presiden.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi









