Kendal, Wawasannews.com – Meski telah memasuki musim kemarau, wilayah perkotaan di Kendal justru dilanda banjir. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh penumpukan parkir perahu nelayan di aliran sungai, yang menghambat arus air hingga meluap ke permukiman warga.
Sedikitnya delapan kelurahan terdampak genangan dengan ketinggian air mencapai 10–20 sentimeter. Banjir mulai terjadi pada Senin malam (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB, setelah air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke lingkungan warga.
Rohmad, warga Kelurahan Pekauman, mengaku kondisi ini bukan hal baru. Banjir kerap terjadi setiap tahun dan mengganggu aktivitas, terutama pada malam hari. Motor miliknya bahkan sempat mogok akibat terendam air.
“Sudah langganan banjir di sini. Mau keluar saja susah, motor saya sampai mogok,” ujarnya, Selasa (5/5).
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, membenarkan kejadian tersebut. Delapan kelurahan yang terdampak meliputi Trompo, Kebondalem, Pegulon, Pekauman, Patukangan, Ngilir, Balok, dan Bandengan.
Menurut Iwan, penyebab utama banjir bukan semata faktor alam, melainkan terhambatnya aliran Sungai Kendal di bagian hilir akibat parkir perahu nelayan yang menumpuk di kedua sisi sungai. Tercatat sekitar 400–600 perahu aktif bersandar, ditambah sekitar 200 bangkai perahu yang belum dipindahkan.
Kondisi ini membuat aliran air tidak lancar, sehingga saat debit meningkat, air meluap ke permukiman warga.
“Penumpukan perahu di dua sisi sungai sangat menghambat arus. Ini yang jadi salah satu penyebab utama banjir,” jelasnya.
BPBD pun mendorong adanya penataan ulang sistem parkir perahu nelayan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan satu sisi sungai saja sebagai lokasi sandar, agar aliran air tetap lancar.
“Kalau bisa, jangan dua sisi dipakai semua. Cukup satu sisi saja untuk parkir perahu,” tegasnya.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi









