KENDAL, Wawasannews.com – Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) Angkatan V PC GP Ansor Kabupaten Kendal berlanjut pada hari kedua, Minggu (23/5/2026), di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Peron, Kecamatan Limbangan.
Memasuki hari kedua, peserta mendapat materi kebanseran bertajuk Banser Masa Depan yang disampaikan langsung Kepala Satkorwil Banser Jawa Tengah, M Azil Maskur.
Materi tersebut mendapat perhatian serius dari peserta. Sejak sesi dimulai, ratusan kader Ansor dan Banser tampak mengikuti pemaparan dengan antusias.
Dalam penyampaiannya, Azil menyoroti perubahan tantangan yang dihadapi Banser saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat kader harus menyesuaikan diri dengan kondisi zaman.
Ia mengatakan, Banser saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan fisik seperti sebelumnya.
Menurut Azil, kemampuan intelektual, komunikasi publik, hingga pemanfaatan media digital kini menjadi bagian penting dalam gerakan organisasi.
“Kalau dulu tantangan lebih banyak di lapangan dan mengandalkan fisik. Sekarang mulai bergeser. Kita juga harus kuat di ruang digital,” ujarnya saat sesi wawancara.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi Banser semakin kompleks. Karena itu, kader perlu memahami perkembangan teknologi informasi dan cara berkomunikasi di ruang publik.
Media sosial, kata dia, juga menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari aktivitas organisasi saat ini.
Selain aktif di lapangan, kader Banser juga perlu mampu menyampaikan gagasan dan menjaga nilai-nilai organisasi melalui ruang digital.
“Berjuang di darat sekarang juga harus bisa lewat udara, lewat media,” katanya.
Azil menilai kader Ansor dan Banser memiliki peran besar di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman perlu terus diperkuat.
Meski perubahan berjalan cepat, ia mengingatkan agar kader tetap berpegang pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat kebangsaan.
Menurutnya, keduanya tetap menjadi dasar utama dalam menjalankan pengabdian di organisasi maupun di masyarakat.
Ia berharap kegiatan PKL dan SUSBALAN Angkatan V di Kendal bisa menjadi contoh kaderisasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa jadi gambaran bagaimana Ansor dan Banser menjawab perubahan ke depan,” ujarnya.
Ia juga berharap peserta yang mengikuti pelatihan bisa kembali ke wilayah masing-masing dengan membawa bekal baru.

Tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga siap menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Selama sesi berlangsung, peserta terlihat aktif menyimak dan beberapa kali terlibat diskusi dengan pemateri.
Suasana kelas berjalan hidup. Sejumlah peserta juga mencatat poin-poin materi yang disampaikan.
Pembahasan tentang tantangan organisasi di era digital menjadi salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian.
Melalui PKL dan SUSBALAN ini, PC GP Ansor Kendal berharap kader yang lahir dari proses kaderisasi tidak hanya siap secara fisik dan mental.
Tetapi juga punya kemampuan berpikir, komunikasi yang baik, dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berkembang.
Kegiatan kaderisasi di Pondok Pesantren Miftahul Huda sendiri dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan rangkaian materi kepemimpinan dan kebanseran.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi









