Kirab Pusaka Kyai Tunggul Warnai Merti Desa Pamriyan, Tradisi dan Doa Menyatu dalam Napak Tilas Budaya

- Pewarta

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi penyerahan Pusaka Kyai Tunggul dalam rangkaian Merti Desa Napak Tilas Culture Festival ke-3 di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jumat (26/6/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Prosesi penyerahan Pusaka Kyai Tunggul dalam rangkaian Merti Desa Napak Tilas Culture Festival ke-3 di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jumat (26/6/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Ribuan warga memadati kawasan Lapangan Sepak Bola Gelora Tangkas, Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jumat (26/6/2026). Mereka hadir untuk menyaksikan Kirab Pusaka Kyai Tunggul yang menjadi rangkaian utama Merti Desa Napak Tilas Culture Festival ke-3.

Sejak siang, suasana desa sudah dipenuhi masyarakat yang berdiri di sepanjang rute kirab. Tidak sedikit warga yang datang bersama keluarga untuk melihat langsung prosesi budaya yang setiap tahun menjadi bagian dari tradisi masyarakat Pamriyan.

Kirab diawali dengan penampilan tari Cucuk Lampah yang dibawakan Nimas Kenya Kencana Wungu. Tarian pembuka tersebut mengiringi keluarnya Pusaka Kyai Tunggul sebelum diarak mengelilingi wilayah desa.

Berbeda dengan kirab pada umumnya yang diiringi sorak-sorai, prosesi di Pamriyan berlangsung khidmat. Seluruh peserta berjalan dengan tertib sambil menjaga ketenangan. Selama perjalanan, mereka melantunkan Sholawat Nariyah di dalam hati sebagai bentuk doa bersama.

Prosesi tersebut diyakini sebagai ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT agar Desa Pamriyan dijauhkan dari berbagai musibah, gangguan, maupun hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, masyarakat juga memanjatkan doa agar desa tetap aman, tenteram, serta diberikan keberkahan rezeki.

Kepala Desa Pamriyan, Taufik Rizal, mengatakan seluruh rangkaian Merti Desa tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan budaya, tetapi juga diisi dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Menurutnya, selama kirab berlangsung seluruh peserta diajak memperbanyak doa dengan harapan Desa Pamriyan menjadi daerah yang makmur, damai, dan penuh keberkahan.

“Harapannya, Desa Pamriyan menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi atau baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, kegiatan yang menjadi inti Merti Desa tahun ini adalah pelaksanaan Khatmil Quran yang digelar serentak di 14 titik. Kegiatan tersebut dibacakan oleh 36 hafiz dan hafizah serta diikuti masyarakat di lingkungan masjid maupun musala.

Menurut Taufik, keterlibatan masyarakat dalam Khatmil Quran menjadi bagian penting dari pelestarian tradisi Merti Desa yang selama ini terus dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan.

Selain kirab pusaka, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengajian akbar yang diikuti masyarakat dari berbagai wilayah. Kehadiran kegiatan keagamaan dan budaya dalam satu rangkaian acara menjadi ciri khas Merti Desa Pamriyan.

Empu Rinto Murdomo mengapresiasi gagasan Pemerintah Desa Pamriyan yang tetap menjaga warisan budaya tanpa meninggalkan nilai religius.

Ia menilai penyelenggaraan Merti Desa tahun ini menunjukkan bahwa budaya lokal masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Menurutnya, tradisi yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan justru menghadirkan pesan kebersamaan.

“Pengajian akbar dan kirab pusaka memberikan makna bahwa agama dan budaya bisa berjalan berdampingan secara damai,” katanya.

Empu Rinto berharap konsep tersebut dapat terus dipertahankan pada pelaksanaan Merti Desa di tahun-tahun mendatang.

“Semoga pengajian akbar dan kirab pusaka tetap berdampingan sehingga doa-doa yang dipanjatkan membawa energi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pusaka yang diarak mengelilingi desa bukan sekadar benda peninggalan sejarah. Dalam setiap prosesi, sang empu turut memanjatkan doa agar seluruh wilayah yang dilalui kirab memperoleh perlindungan dan keberkahan.

Doa-doa yang dipanjatkan meliputi permohonan keselamatan, ketenteraman, tolak bala, hingga kelancaran rezeki bagi seluruh masyarakat Desa Pamriyan.

Rangkaian Merti Desa Napak Tilas Culture Festival ke-3 kemudian ditutup dengan penancapan tiang Asmaul Husna di jalur Napak Tilas. Keberadaan tiang tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus menjadi penanda kawasan budaya yang dapat dikenal oleh para pengguna jalan maupun pengunjung yang datang ke Desa Pamriyan.

Perpaduan antara kirab pusaka, pembacaan Khatmil Quran, pengajian akbar, hingga penancapan tiang Asmaul Husna menjadikan Merti Desa Pamriyan tahun ini berlangsung semarak. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu kembali menjadi ruang kebersamaan warga sekaligus bentuk rasa syukur atas keberkahan yang diterima masyarakat.

Pewarta : Slamet
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum
Belajar dari Blora, Kendal Bidik Beras Organik untuk Angkat Ekonomi Petani
SMA NU 05 Brangsong Gelar Padispintal, Bentuk Siswa Disiplin dan Berjiwa Kepemimpinan
Mahfud Sodiq dan Forwaken Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau
Bidpropam Polda Jateng Gelar Baksos Air Bersih untuk Warga Desa Tejorejo

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Selasa, 29 September 2026 - 17:00

IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni

Selasa, 29 September 2026 - 13:27

Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum

Minggu, 27 September 2026 - 16:29

Belajar dari Blora, Kendal Bidik Beras Organik untuk Angkat Ekonomi Petani

Berita Terbaru

Secret Link