KENDAL, WawasanNews – Sebuah truk trailer bermuatan baja seberat 65 ton mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang Jembatan Kalibodri di ruas Pantura Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (25/6/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian kabin truk bernomor polisi B 9065 PEO mengalami kerusakan parah hingga ringsek dan nyaris terbalik ke badan jalan. Benturan keras juga mengakibatkan beton pelindung tiang jembatan hancur.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M. Heru Ardiantoro, mengatakan kecelakaan diduga dipicu sopir yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.
“Pengakuan sopir memang mengantuk. Tidak ada korban jiwa dan sopir juga tidak mengalami luka,” ujarnya.
Sopir bernama Sundarto (33), warga Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, diketahui sedang mengangkut baja dari Jakarta dengan tujuan Surabaya. Saat melintas di Jalan Pantura Cepiring, kendaraan yang dikemudikannya hilang kendali hingga menghantam tiang Jembatan Kalibodri sisi utara arah Semarang.
Menurut Heru, sopir diduga tetap memaksakan perjalanan meski kondisi tubuh sudah lelah. Selain itu, pihaknya menduga pengemudi berusaha mengejar waktu agar tidak terkena pembatasan operasional kendaraan berat di Jalur Pantura Kendal yang berlaku pukul 06.00–08.00 WIB.
“Diduga sopir ingin menghindari jam pembatasan kendaraan berat sehingga tetap melanjutkan perjalanan meski mengantuk,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas dari arah Cepiring menuju Semarang sempat tersendat karena posisi kabin truk menjorok ke badan jalan.
Petugas kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan proses evakuasi. Muatan baja akan dipindahkan terlebih dahulu ke kendaraan lain sebelum truk dievakuasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Karena muatannya sangat berat, proses evakuasi dilakukan setelah dipindahkan ke truk lain,” tambah Heru.
Ia mengimbau para pengemudi kendaraan angkutan barang agar tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk.
“Minimal setiap empat jam perjalanan sebaiknya beristirahat. Jangan memaksakan mengemudi jika kondisi tubuh sudah lelah karena sangat berisiko menyebabkan kecelakaan,” pungkasnya. (red)






