Wakapolri Laporkan Ledakan di SMAN 72 Jakarta ke Presiden Prabowo, Polisi Masih Dalami Penyebab

- Pewarta

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian dan tim Jihandak memeriksa lokasi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (wawasannews)

Petugas kepolisian dan tim Jihandak memeriksa lokasi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Dedi Prasetyo, mengungkapkan bahwa peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengguncang sekolah tersebut, Jumat (7/11/2025) siang.

“Kasus ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya dan Kabareskrim. Kita dalami dulu semua kemungkinan. Setelah hasilnya selesai, nanti akan disampaikan secara resmi,” kata Dedi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Menurutnya, tim gabungan dari kepolisian terus bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. “Sedang didalami, sedang didalami dulu, nanti akan disampaikan hasilnya,” tegasnya.

Dedi menambahkan, hingga saat ini belum ada kesimpulan mengenai penyebab ledakan yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di lingkungan SMAN 72 Jakarta, tepat saat kegiatan Salat Jumat tengah berlangsung. Ia meminta publik untuk tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi diumumkan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Djamari Chaniago, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa polisi bersama tim gabungan masih menelusuri sumber ledakan yang menyebabkan sejumlah siswa luka-luka.

“Kasusnya sedang didalami lebih lanjut. Setelah kita lihat tempatnya, ada beberapa yang terluka. Sedang dicari apa penyebabnya,” ujar Djamari di Istana Negara, Jakarta.

Djamari juga memastikan hingga kini belum ditemukan indikasi motif tertentu maupun unsur terorisme dalam peristiwa tersebut. “Belum tahu, sama sekali belum tahu. Belum ada kesimpulan apa pun,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Djamari, berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara transparan. Ia menegaskan, hasil penyelidikan resmi akan diumumkan kepada publik begitu proses investigasi selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kapolres Kendal Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kendal Jadi Percontohan Tata Kelola Pasokan Telur Program MBG
Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal
Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan
PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal
BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa
Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan
PSIS Resmi Rekrut Deri Corfe, Striker Asal Inggris Jadi Pemain Asing Pertama Musim 2026/2027

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:04

Kapolres Kendal Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:32

Kendal Jadi Percontohan Tata Kelola Pasokan Telur Program MBG

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:11

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:14

Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03

PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal

Berita Terbaru