Indonesia Kecam Serangan di Lebanon, Satu Personel Kontingen Garuda Gugur

- Pewarta

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip-foto Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa.  (Istimewa/Wawasannews)

Arsip-foto Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas insiden serangan yang menewaskan satu personel Kontingen Garuda yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Di kutip dari antaranewsjateng.com, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangan resminya menyebutkan, personel tersebut gugur akibat tembakan artileri yang terjadi di sekitar posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat.

“Indonesia mengecam keras insiden ini dan mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Selain korban meninggal dunia, Kemlu juga mengonfirmasi bahwa tiga personel lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian yang terjadi di tengah eskalasi konflik di wilayah Lebanon selatan.

Baca Juga  Rob Setengah Bulan Tak Surut, Warga Ngebum Keluhkan Kondisi ke Bupati Kendal

Pemerintah Indonesia saat ini terus menjalin koordinasi dengan pihak UNIFIL untuk memastikan proses pemulangan jenazah dapat segera dilakukan, serta menjamin penanganan medis optimal bagi personel yang mengalami cedera.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah juga menyampaikan duka cita mendalam serta apresiasi atas dedikasi dan pengabdian personel tersebut dalam menjaga perdamaian dunia.

“Penghormatan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada personel yang gugur atas jasa dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Indonesia juga kembali menegaskan sikapnya dalam mengecam serangan yang terjadi di wilayah Lebanon selatan, serta menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan negara tersebut dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil.

Baca Juga  Kirab Salib 2026 di Magelang Jadi Simbol Toleransi, Libatkan 1.200 Umat

Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia dalam upaya menjaga keselamatan personel perdamaian serta mendukung stabilitas kawasan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kecelakaan Pikap dan Motor di Boja Diselesaikan Secara Restorative Justice di Satlantas Polres Kendal
Jembatan Merah Putih Presisi Resmi Dibuka, Akses Warga Tembelang Kini Lebih Mudah
Anggota DPRD Kendal Sebut Jagung SPHP Bantu Ringankan Beban Peternak Ayam
Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional
341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026
Ponpes Darul Muqorrobin Cetak Dua Hafidz Baru, Satu Santri Datang dari Batam
Tak Hanya WNA, Imigrasi Kejar 15 Sponsor Sindikat Judi Online Internasional
Harga Pangan Nasional Masih Membara, Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kg

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:47

Kecelakaan Pikap dan Motor di Boja Diselesaikan Secara Restorative Justice di Satlantas Polres Kendal

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55

Jembatan Merah Putih Presisi Resmi Dibuka, Akses Warga Tembelang Kini Lebih Mudah

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:32

Anggota DPRD Kendal Sebut Jagung SPHP Bantu Ringankan Beban Peternak Ayam

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:54

Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:50

341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026

Berita Terbaru