JAKARTA, Wawasannews.com — Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, mengimbau masyarakat tidak panik di tengah dinamika geopolitik global di Timur Tengah, karena stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman, mencapai 4.387.469 ton.
Di kutip dari antaranews.com, Rizal menyampaikan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) tersebut telah tersimpan di gudang-gudang Bulog hingga 1 April 2026, bahkan melampaui capaian tertinggi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3,2 juta ton secara nasional.
“Kami lapor stok beras kita mencapai 4.387.469 ton, ini sudah di gudang Bulog semua. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu stres terhadap dampak-dampak dari luar negeri. Jadi, stok kita cukup banyak,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja pengadaan pangan nasional sekaligus menjadi indikator kuat bahwa ketersediaan beras dalam negeri sangat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dirut Bulog juga memprediksi hingga akhir April 2026, total pengadaan beras dapat menembus angka 5 juta ton seiring berlanjutnya masa panen di berbagai daerah sentra produksi nasional.
Ia memastikan seluruh stok beras yang dilaporkan telah tersimpan di gudang Bulog, sehingga dapat dengan mudah didistribusikan kapan saja apabila terjadi kebutuhan mendesak di berbagai wilayah.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan karena pemerintah menjamin ketersediaan stok beras tetap aman dan terkendali di tengah situasi global.
Bulog juga melaporkan total kapasitas gudang nasional mencapai 5.589.963 ton dengan tingkat keterisian saat ini sekitar 4.368.184 ton, sehingga masih tersedia ruang penyimpanan yang cukup besar.
Sisa kapasitas gudang yang masih tersedia sekitar 1.221.779 ton dinilai memadai untuk menampung tambahan stok beras hasil pengadaan dalam waktu mendatang.
Selain itu, Bulog tengah memproses pembangunan 100 gudang baru pada 2026 sesuai arahan Presiden guna memperkuat infrastruktur penyimpanan dan distribusi pangan nasional.
Rencana pembangunan gudang tersebut saat ini telah memasuki tahap administrasi dan tender setelah terbitnya Peraturan Presiden, dengan target seluruh proyek dapat selesai pada tahun 2026.
Dalam menjaga stabilitas harga, Bulog bersama Satgas Pangan secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar hingga tiga kali dalam seminggu guna memastikan harga tetap terkendali.
“Terus terang kami seminggu tiga kali ke pasar. Jadi sudah kayak minum obat, kami seminggu tiga kali di pasar mengontrol harga pangan dengan teman-teman Polri, Kemendag, dan lainnya untuk menjaga harga tetap stabil. Dan syukur alhamdulillah secara umum stabil,” kata Rizal.
Selain pemantauan pasar, Bulog juga melakukan pengawasan terhadap produsen pangan setiap minggu serta menggelar operasi pasar dan pasar murah untuk merespons kenaikan harga komoditas tertentu.
Ia menambahkan, secara umum harga pangan berada dalam kondisi stabil, meskipun komoditas cabai masih menjadi tantangan karena fluktuasi yang dipengaruhi faktor cuaca. (red)









