Hilirisasi Inovasi Energi untuk Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana di Jepara

- Pewarta

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan BRIN, PT PGN Tbk, dan Pemerintah Kabupaten Jepara meninjau langsung kegiatan penerapan teknologi pertanian adaptif di lahan sawah pesisir Jepara, Rabu (17/12/2025). ( Istimewa/Wawasannews)

Perwakilan BRIN, PT PGN Tbk, dan Pemerintah Kabupaten Jepara meninjau langsung kegiatan penerapan teknologi pertanian adaptif di lahan sawah pesisir Jepara, Rabu (17/12/2025). ( Istimewa/Wawasannews)

JEPARA, Wawasannews.com – Kerja sama strategis antara PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Jepara menjadi tonggak penting dalam hilirisasi inovasi teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan mitigasi bencana di daerah pesisir. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 ini menegaskan komitmen kolaboratif lintas sektor dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah PETASOL, bahan bakar minyak alternatif hasil pengolahan sampah plastik dan limbah pasca-bencana melalui teknologi fast pyrolysis. PETASOL dimanfaatkan untuk menggerakkan traktor, mesin panen (harvester), pompa air, dan alat mekanisasi pertanian lainnya, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada BBM konvensional, menjaga keberlanjutan operasional pertanian saat pasokan energi terganggu, sekaligus menjadi solusi nyata pengelolaan sampah bernilai ekonomi. Inovasi ini merupakan implementasi konkret ekonomi sirkular (waste-to-energy) yang mendukung pemulihan dan kesiapsiagaan pasca-bencana.

Baca Juga  SIPADU Digeber di Kendal, PW IPNU-IPPNU Jateng Matangkan Penguatan Komisariat dan Data Kader Digital

Kolaborasi ini juga mendorong optimalisasi lahan marginal pesisir yang bersifat salin dan rentan terdampak banjir rob. Melalui penerapan varietas padi biosalin yang adaptif terhadap salinitas tinggi, serta rekomendasi budidaya dan pemupukan spesifik lokasi, lahan yang sebelumnya kurang produktif diarahkan menjadi sumber produksi pangan baru. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi pertanian adaptif iklim mampu menjadi strategi efektif dalam mitigasi dan pemulihan pasca-bencana.

Untuk menjamin keberlanjutan, hasil produksi padi biosalin tidak hanya diarahkan sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga dikembangkan untuk produksi benih, guna mendorong kemandirian benih lokal dan memperkuat ekosistem pertanian berbasis inovasi. Sinergi antara industri energi, lembaga riset, dan pemerintah daerah diharapkan menjadikan Kabupaten Jepara sebagai model nasional hilirisasi inovasi teknologi energi–pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Baca Juga  Indra Sjafri Prioritaskan Pemain Siap Pakai untuk SEA Games 2025, Tiga Diaspora Dipulangkan

Kegiatan hilirisasi riset dan inovasi ini dilaksanakan oleh Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PRSIMB) BRIN di bawah kepemimpinan Nugroho Adi Sasongko, dengan fokus pada hilirisasi inovasi energi untuk ketahanan pangan nasional dan optimalisasi lahan marginal, serta didukung oleh Kelompok Riset Teknologi Valorisasi dalam Sirkularitas Sumberdaya yang diketuai oleh Dr. Tri Martini Patria.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BRIN yang diwakili oleh Dr. Wiwiek Joeliani, Wakil Bupati Jepara Bapak Muhammad Ibnu Hajar, Direktur Keuangan PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk Bapak Catur Dermawan, Kepala BRMP Provinsi Jawa Tengah Kementerian Pertanian Dr. Soeharsono, Bank Sampah Banjarnegara (BSB) Bapak Budi Trisno Aji, unsur TNI, Polri, Kejaksaan, perangkat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara, serta para periset Pertanian Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN dan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga  Kendal Open Championship 2026 Diikuti 1.073 Pesilat, Atlet Amerika dan Kazakhstan Ramaikan GOR Bahurekso

Melalui integrasi teknologi energi hijau, pertanian adaptif, dan ekonomi sirkular, inisiatif ini menjadi show window nasional bagaimana inovasi riset dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat di wilayah marginal, rawan bencana, dan pesisir, sekaligus memperkuat resiliensi pangan dan energi Indonesia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura Kaliwungu, Diduga Kelelahan Saat Berkendara
KPK Soroti Pengadaan 25.644 Motor Listrik BGN, Ini Penjelasan Lengkapnya
Prabowo dan Putin Sepakat Perkuat Kerja Sama RI–Rusia di Sektor Strategis
KPK Tetap Lanjutkan Penyidikan Kasus Rita Widyasari Meski Telah Bebas
Pengajian Halalbihalal di Brangsong Kendal Berlangsung Aman, Kapolres Ajak Jaga Kamtibmas
31 Siswa Muhammadiyah Kendal Lolos SNBP 2026, SMA Muhi Weleri Dominan
Ribuan Alumni Haji Muhammadiyah Kendal Halalbihalal, Perkuat Ukhuwah dan Kemabruran
Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung: Isu Makar Jadi Ancaman Nyata, Masyarakat Diminta Waspada

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 14:27

Karyawan KIK Tewas Terlindas Truk di Pantura Kaliwungu, Diduga Kelelahan Saat Berkendara

Selasa, 14 April 2026 - 09:59

KPK Soroti Pengadaan 25.644 Motor Listrik BGN, Ini Penjelasan Lengkapnya

Selasa, 14 April 2026 - 09:49

Prabowo dan Putin Sepakat Perkuat Kerja Sama RI–Rusia di Sektor Strategis

Selasa, 14 April 2026 - 09:42

KPK Tetap Lanjutkan Penyidikan Kasus Rita Widyasari Meski Telah Bebas

Selasa, 14 April 2026 - 09:14

Pengajian Halalbihalal di Brangsong Kendal Berlangsung Aman, Kapolres Ajak Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru