ADB Kucurkan USD 300 Juta untuk Jalan Trans Jawa Selatan-Selatan, Dorong Pembangunan Tangguh Bencana dan Berkeadilan

- Pewarta

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu jalan yang dibangun Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. (Istimewa/Wawasannews)

Salah satu jalan yang dibangun Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. (Istimewa/Wawasannews)

Jakarta, Wawasannews.com – Asian Development Bank (ADB) resmi menyetujui pinjaman senilai USD 300 juta untuk mendukung pembangunan jalan tangguh bencana di pesisir selatan Pulau Jawa. Proyek strategis nasional ini dikenal sebagai Jalan Trans Jawa Selatan-Selatan (Trans South-South Java Road Project) dan akan dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Infrastruktur Tangguh Bencana untuk Kurangi Kesenjangan Wilayah

Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi langkah nyata untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara koridor utara dan selatan Pulau Jawa.

“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan infrastruktur kritis, khususnya antara wilayah utara yang sudah sangat maju dan selatan yang masih tertinggal,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Jalan sepanjang 72 kilometer tersebut dirancang dengan konsep tangguh iklim dan solusi biorekayasa, agar mampu bertahan terhadap bencana alam seperti banjir dan longsor. Selain memperkuat konektivitas nasional, proyek ini juga akan membuka akses ekonomi, pendidikan, serta layanan publik di kawasan selatan Jawa.

Menghubungkan Jember–Banyuwangi, Percepat Akses Ekonomi dan Mobilitas

Rute Trans Jawa Selatan-Selatan akan menghubungkan daerah pertanian di Kabupaten Jember hingga Kabupaten Banyuwangi, dua wilayah yang selama ini menjadi penggerak sektor pangan dan perkebunan di Jawa Timur bagian selatan.

Dengan rampungnya proyek ini, waktu tempuh antara kedua daerah diperkirakan akan berkurang dari delapan jam menjadi enam jam. Hal ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik dan mempercepat arus distribusi hasil pertanian ke pusat ekonomi.

Ramah Lingkungan dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim

Sebagai proyek berwawasan lingkungan, desain jalan akan menerapkan rekayasa berbasis alam untuk memperkuat lereng dan mengendalikan aliran air permukaan.
Setiap jembatan yang dibangun juga menggunakan desain tangguh iklim agar tetap dapat berfungsi saat terjadi cuaca ekstrem.

“Langkah-langkah tersebut selaras dengan komitmen iklim Indonesia di bawah Kesepakatan Paris,” tambah Alimov.

Pendekatan ini mencerminkan komitmen ADB dan Pemerintah Indonesia untuk membangun infrastruktur berkelanjutan yang tidak hanya berfungsi secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan daya tahan terhadap bencana dan keberlanjutan ekosistem.

Dorong Kesetaraan Gender dan Keselamatan Jalan

Proyek Trans Jawa Selatan-Selatan juga membawa misi sosial. ADB menetapkan 10 persen pekerjaan konstruksi terampil untuk perempuan, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi dan kesetaraan gender di sektor infrastruktur.

Selain itu, akan diterapkan program keselamatan jalan komprehensif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Program edukasi masyarakat juga akan dijalankan untuk menumbuhkan kesadaran tentang penggunaan jalan yang aman dan ramah bagi semua kalangan.

Dengan dukungan pembiayaan dari ADB, proyek Trans Jawa Selatan-Selatan diharapkan menjadi model baru pembangunan jalan berketahanan iklim, sekaligus simbol pemerataan pembangunan di Pulau Jawa — dari utara yang padat industri hingga selatan yang potensial namun selama ini terpinggirkan. (ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

HUT Pramuka ke-65, SMA NU 05 Brangsong Padukan Kepramukaan dengan Nilai Religius
Bupati Kendal Sambangi Polres, Bahas Sinergi Jaga Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
TMMD Rampung, Jalan 650 Meter Jadi Akses Baru Warga Wonosari
PWC ke-IV Kwarcab Kendal Digelar di Plantungan, 240 Pramuka Penegak Siap Berkarya untuk Indonesia
DPRD Kendal Kawal Kebijakan Fiskal 2027, Belanja Modal dan Pemerataan Pembangunan Jadi Perhatian
SPPG Kendal Tak Hanya Salurkan Makan Bergizi, Turun Bantu Korban Kebakaran Kedungasri
Golkar Kendal Tunggu Proses Hukum Mora Sandi, Sanksi Disiapkan Jika Inkrah
Mobil Fortuner Berstrobo Viral, Satlantas Polres Kendal Beri Teguran Simpatik

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:30

HUT Pramuka ke-65, SMA NU 05 Brangsong Padukan Kepramukaan dengan Nilai Religius

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:15

Bupati Kendal Sambangi Polres, Bahas Sinergi Jaga Kamtibmas dan Kenakalan Remaja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:42

TMMD Rampung, Jalan 650 Meter Jadi Akses Baru Warga Wonosari

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:26

PWC ke-IV Kwarcab Kendal Digelar di Plantungan, 240 Pramuka Penegak Siap Berkarya untuk Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:37

SPPG Kendal Tak Hanya Salurkan Makan Bergizi, Turun Bantu Korban Kebakaran Kedungasri

Berita Terbaru

Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Sohali memukul kentongan sebagai tanda berakhirnya pelaksanaan TMMD ke-3 Tahun 2026 di Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kendal. (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

TMMD Rampung, Jalan 650 Meter Jadi Akses Baru Warga Wonosari

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:42

Secret Link