Marak Kasus Pencabulan, Menag Sebut Banyak Oknum Hanya Mengaku Kiai

- Pewarta

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama RI Nazaruddin Umar saat memberikan keterangan kepada awak media usai berkunjung ke Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (5/6). (Foto: Wawasannews/Istimewa)

Menteri Agama RI Nazaruddin Umar saat memberikan keterangan kepada awak media usai berkunjung ke Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (5/6). (Foto: Wawasannews/Istimewa)

KENDAL, Wawasannews – Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, menegaskan bahwa tidak semua kasus pencabulan yang belakangan dikaitkan dengan pondok pesantren terjadi di lembaga pendidikan Islam yang resmi dan terdaftar. Menurutnya, terdapat sejumlah oknum yang mengaku sebagai kiai maupun pimpinan pesantren tanpa memiliki legalitas dan kapasitas sebagaimana mestinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Nazaruddin Umar saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (5/6).

Menag menjelaskan, sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik saat ini masih dalam proses penanganan aparat berwenang. Namun, berdasarkan pengamatannya, ada lembaga yang mengklaim diri sebagai pondok pesantren meski tidak tercatat secara resmi di Kementerian Agama.

“Sebetulnya ada yang berbentuk padepokan dan ada juga lembaga-lembaga biasa. Namun semuanya diklaim sebagai pondok pesantren. Padahal tidak terdaftar di Kementerian Agama. Bahkan ada yang mengklaim pimpinannya sebagai kiai atau menganggap dirinya sendiri sebagai kiai,” ujarnya.

Menurut Nazaruddin, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ketika terjadi tindak pidana yang melibatkan oknum tertentu, citra pesantren secara umum sering kali ikut terdampak, padahal lembaga yang bersangkutan belum tentu memenuhi standar sebagai pondok pesantren.

Karena itu, Kementerian Agama berencana memperkuat regulasi dan standarisasi terkait definisi kiai serta pondok pesantren. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki legalitas resmi dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Kemenag telah memiliki standarisasi tentang kiai. Ke depan persoalan-persoalan seperti ini akan kita atur agar lebih jelas mendefinisikan apa itu kiai dan apa itu pondok pesantren. Semoga hal ini bisa membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Muhammad Sholahuddin Humaidullah, menilai kasus yang melibatkan oknum tertentu tidak bisa digeneralisasi sebagai persoalan dunia pesantren secara keseluruhan.

Menurutnya, banyak pihak yang mengaku sebagai kiai tanpa memiliki dasar keilmuan agama yang memadai. Ia menegaskan bahwa pesantren yang benar-benar menjalankan fungsi pendidikan dan pengajaran agama akan tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

“Mereka yang ngaku-ngaku kiai itu sebenarnya bukan kiai. Dan mereka benar-benar tidak bisa ngaji,” ujarnya.

Ia optimistis pesantren yang memiliki tradisi keilmuan, pembinaan santri, dan sistem pendidikan yang jelas akan tetap eksis di tengah berbagai isu yang berkembang.

“Insyaallah pesantren yang benar-benar pesantren, yang mendidik ngaji akan tetap eksis dan tetap dijaga Allah. Yang cuma ngaku-ngaku kiai, ngaku-ngaku pondok pesantren, ya tidak akan bertahan lama,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kongres IPNU-IPPNU Digelar di Kendal, Ahmad Luthfi Tegaskan Dukungan Pemprov Jateng
Polemik Regulasi Kuliner Non-Halal Anggota F-PKB DPRD Jateng Ajak Semua Pihak Patuhi Prosedur Hukum
Pimpin Desa Sidokumpul, Syafrudin Dapat Pesan Khusus dari Warga Cipluk
DPRD Kendal Soroti Kebocoran PAD, APBD 2027 Diminta Fokus pada Kebutuhan Masyarakat
Disperinaker Kendal Perkuat Layanan PMI, Bekali Calon Pekerja Sebelum ke Luar Negeri
Perluas Peran Pesantren, Arrois Cendekia Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Yayasan
Abdul Rouf Mahfudz Siapkan Santri Arrois Hadapi Persaingan Pendidikan dan Dunia Profesional
GP Ansor Brangsong Lantik 10 Pimpinan Ranting, Perkuat Konsolidasi Organisasi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:53

Kongres IPNU-IPPNU Digelar di Kendal, Ahmad Luthfi Tegaskan Dukungan Pemprov Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 16:47

Polemik Regulasi Kuliner Non-Halal Anggota F-PKB DPRD Jateng Ajak Semua Pihak Patuhi Prosedur Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 16:43

Pimpin Desa Sidokumpul, Syafrudin Dapat Pesan Khusus dari Warga Cipluk

Selasa, 3 November 2026 - 16:01

DPRD Kendal Soroti Kebocoran PAD, APBD 2027 Diminta Fokus pada Kebutuhan Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 17:50

Perluas Peran Pesantren, Arrois Cendekia Bangun Kekuatan Ekonomi Berbasis Yayasan

Berita Terbaru

Secret Link