Tagihan Ratusan Juta Belum Dibayar, Suplyer Datangi SPPG Protomulyo Kendal

- Pewarta

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah suplyer berdialog dengan pihak terkait di lokasi SPPG Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, saat menagih pembayaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut belum terselesaikan. Foto : Wawasannews.com

Sejumlah suplyer berdialog dengan pihak terkait di lokasi SPPG Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, saat menagih pembayaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut belum terselesaikan. Foto : Wawasannews.com

KENDAL, Wawasannews.com – Sejumlah suplyer yang memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi SPPG di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (6/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk menagih pembayaran yang disebut telah mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu suplyer, Faqihudin, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki tagihan sebesar Rp141 juta yang belum dibayarkan sejak akhir Desember 2025. Tagihan tersebut berasal dari suplai susu yang dikirim secara rutin setiap pekan dalam jumlah puluhan karton.

“Totalnya Rp141 juta, belum dibayar sejak akhir tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tagihan terus bertambah seiring akumulasi pengiriman yang belum dilunasi. Ia mengaku telah beberapa kali melakukan penagihan, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp, namun hingga kini belum memperoleh kepastian pembayaran.

Baca Juga  77 Personel Polres Kendal Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Profesionalisme

“Setiap ditagih alasannya selalu berubah, dan responsnya lambat,” katanya.

Faqihudin juga menyebut bahwa kondisi serupa tidak hanya dialami dirinya. Beberapa suplyer lain disebut memiliki tagihan yang belum dibayarkan, meskipun dengan nominal yang lebih kecil.

“Ada juga suplyer lain yang tagihannya puluhan juta. Bahkan sebelumnya ada suplyer lama yang masih punya tanggungan tapi ditinggalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak SPPG Protomulyo I melalui bagian akunting, Galuh, menyampaikan bahwa pembayaran telah dilakukan secara rutin setiap ada barang yang masuk.

“Dari kami rutin membayar dan semua sudah kami bayarkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pembayaran dilakukan melalui Koperasi Merakyat. Dalam skema tersebut, pihak SPPG menyalurkan pembayaran ke koperasi yang kemudian bertugas meneruskan kepada para suplyer.

Baca Juga  Jelang Arus Mudik, Kapolres Kendal Pastikan Kesiapan Personel dan Sarana Pos Terpadu

“Kami bayarnya ke koperasi, nanti koperasi yang membayarkan ke suplyer,” tandasnya.

Di sisi lain, Ahmad Munfarid selaku PIC Koperasi Merakyat menyatakan tidak mengetahui secara rinci terkait pengelolaan keuangan di koperasi tersebut.

“Tugas saya hanya mencarikan bahan baku atau belanjaan untuk kebutuhan MBG,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan perlunya kejelasan mekanisme distribusi pembayaran agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak terkait, sekaligus menjaga keberlangsungan program MBG yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

 

 

Pewarta : Fuad Dwi

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional
341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026
Ponpes Darul Muqorrobin Cetak Dua Hafidz Baru, Satu Santri Datang dari Batam
Tak Hanya WNA, Imigrasi Kejar 15 Sponsor Sindikat Judi Online Internasional
Harga Pangan Nasional Masih Membara, Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kg
PHRI Kendal Didorong Jadi Ujung Tombak Investasi Hotel dan Restoran Baru
Akhir Musim Makin Tegang, Persib Bandung dan Borneo FC Adu Mental Juara
Tak Cuma Mengaji, Santri Ponpes Kendal Lolos O2SN Jateng Lewat Renang

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:54

Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:50

341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:09

Ponpes Darul Muqorrobin Cetak Dua Hafidz Baru, Satu Santri Datang dari Batam

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:28

Tak Hanya WNA, Imigrasi Kejar 15 Sponsor Sindikat Judi Online Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:15

Harga Pangan Nasional Masih Membara, Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kg

Berita Terbaru