Operasi Pencarian Mahasiswa UIN Walisongo yang Hanyut Diperluas hingga Bendung Juwero

- Pewarta

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Ketiga Pencarian Mahasiswa UIN Walisongo, Tim SAR Kerahkan Seluruh Personel di Kendal. (wawasannews.com)

Hari Ketiga Pencarian Mahasiswa UIN Walisongo, Tim SAR Kerahkan Seluruh Personel di Kendal. (wawasannews.com)

KENDAL, Wawasannews – Pencarian terhadap tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut saat kegiatan susur sungai di Tubing Genting Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, kembali dilanjutkan pada Rabu (5/11/2025) pagi. Tim SAR gabungan sejak dini hari kembali menyusuri aliran sungai hingga Bendung Juwero untuk menemukan korban yang masih hilang.

Peristiwa nahas itu terjadi akhir pekan lalu ketika enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) terseret arus deras saat bermain di aliran sungai tersebut. Tiga korban telah ditemukan meninggal dunia, yakni Riska Amelia (21) dan Syifa Nadilah (21) asal Pemalang, serta Muhammad Labib Risqi (21) dari Pekalongan.

Tiga mahasiswa lainnya masih belum ditemukan hingga pagi ini. Mereka adalah Bima Pranawira (21) dari Gresik, Muhammad Jibril Asyarofi (21) asal Jepara, dan Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) dari Bojonegoro.

Kapolres Kendal AKBP Hendri Susanto Sianipar menyampaikan bahwa pencarian hari ini difokuskan pada penyisiran aliran sungai dari lokasi kejadian menuju Bendung Juwero. Selain penyisiran melalui jalur air dan darat, pemantauan juga dilakukan dari udara menggunakan drone dan perahu karet.

“Kami bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penyisiran. Pagi ini satu korban laki-laki ditemukan dan sedang diidentifikasi di RSUD Kendal,” ujar AKBP Hendri.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan lebih dari 300 personel dikerahkan dalam operasi pencarian. Posko utama didirikan di Desa Getas dan Bendung Juwero sebagai titik pemantauan utama.

“Kami berharap seluruh korban segera ditemukan. Personel terus bersiaga di sepanjang aliran sungai dan kawasan sekitar,” jelasnya.

Di tengah proses pencarian, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Brilian Sabila, kakak dari Bima Pranawira, mengaku tidak menduga adiknya akan menjadi korban musibah tersebut.

“Tidak ada firasat apa pun. Kami hanya berharap Bima segera ditemukan. Apa pun hasilnya, kami ingin ia segera pulang,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus berupaya menyisir sungai dari hulu hingga hilir dengan dukungan warga sekitar dan relawan. (fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi
KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja
DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar
Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM
Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan
BUMDes Tanjungmojo Panen Semangka Perdana, Bupati Kendal Dorong Jadi Komoditas Unggulan
Rumah Kadis Pertanian Kendal Dibobol Maling, Komplotan Gasak Dua Sepeda dan Helm

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:53

KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:29

DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:44

Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:25

Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan

Berita Terbaru