KENDAL, Wawasannews.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat investasi strategis di Jawa Tengah. Aliran modal berskala besar kembali masuk ke kawasan tersebut melalui pembangunan pabrik PT Hoifu Paper Packaging Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp1,12 triliun.
Groundbreaking pembangunan pabrik dilakukan pada Sabtu (2/5/2026) dan menjadi penanda optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan industri di KEK Kendal.
Perusahaan packaging global tersebut diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.000 tenaga kerja pada tahap awal, dengan mayoritas berasal dari tenaga kerja lokal.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan kehadiran PT Hoifu Paper Packaging Indonesia semakin memperkuat ekosistem industri di dalam kawasan, khususnya sektor kemasan.
“Masuknya PT Hoifu Paper Packaging Indonesia semakin melengkapi ekosistem industri di KEK Kendal, khususnya dalam mendukung kebutuhan packaging bagi tenant industri yang terus berkembang,” ujarnya.
Selama ini, sejumlah tenant di Kawasan Industri Kendal masih mengandalkan pasokan kemasan dari luar daerah. Dengan hadirnya industri packaging di dalam kawasan, kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi lebih cepat dan efisien sehingga mendukung rantai pasok industri.
PT Hoifu akan memproduksi berbagai jenis kemasan bernilai tambah, mulai dari color box hingga luxury packaging yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenant kawasan maupun pasar ekspor.
Director PT Hoifu Paper Packaging Indonesia, Kelvin Au, menilai Indonesia, khususnya KEK Kendal, memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur di Asia Tenggara.
“Indonesia, khususnya KEK Kendal, memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur di Asia Tenggara,” katanya.
Ia menambahkan, ekspansi perusahaan dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. PT Hoifu juga membawa pengalaman melayani sejumlah klien global, seperti Walmart dan Panasonic.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan pemerintah terus mendorong arus investasi masuk di tengah dinamika ekonomi global.
Menurutnya, KEK Kendal mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,99 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Masuknya investasi baru ini dinilai semakin mempertegas posisi KEK Kendal sebagai magnet baru investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional.+
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi









