Kyai di Pati Tersandung Kasus Asusila, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban

- Pewarta

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi gambar. Wawasannews.com

ilustrasi gambar. Wawasannews.com

PATI, Wawasannews.com* – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum kyai di Kabupaten Pati kini menjadi perhatian publik dan memicu keprihatinan luas. Sosok kyai berinisial “S” dilaporkan telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah santriwati di lingkungan pondok pesantren yang diasuhnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, sedikitnya delapan korban telah melapor secara resmi ke pihak kepolisian. Namun, jumlah korban diduga jauh lebih banyak, bahkan diperkirakan mencapai puluhan orang. Sebagian besar korban disebut masih berusia di bawah umur dan berada dalam kondisi rentan, baik secara ekonomi maupun sosial.

Modus yang digunakan pelaku diduga dengan memanfaatkan kedudukannya sebagai pengasuh pesantren. Para korban dipanggil secara pribadi dengan dalih tertentu, lalu mendapatkan tekanan atau ancaman jika menolak. Situasi ini membuat banyak korban memilih diam dalam waktu lama karena takut serta tidak memiliki keberanian untuk melawan.

Kasus ini sebenarnya disebut telah mencuat sejak beberapa waktu lalu, namun belum berkembang karena minimnya laporan resmi. Baru pada tahun 2026, para korban mulai berani melapor sehingga kasus kembali mencuat dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Pihak kepolisian dikabarkan telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Meski demikian, proses penanganan kasus sempat menuai sorotan publik karena dinilai berjalan lambat. Aparat berjanji akan menindaklanjuti perkara ini secara serius dan memberikan keadilan bagi para korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak terkait perlindungan terhadap anak dan perempuan, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Masyarakat pun mendorong adanya pengawasan lebih ketat serta sistem perlindungan yang kuat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemekaran Brebes Selatan Masuk Babak Baru, Musyaffa: Langkah Nyata Percepat Pelayanan dan Kemandirian Ekonomi
Ribuan Warga Antusias Terima Ayam Gratis, Polres Kendal Hadir Berikan Pelayanan Aksi Damai Peternak
Kapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat
1.247 Peternak Kendal Demo, Ketua DPRD Desak Harga Pakan Turun dan Telur Naik
Sensus Ekonomi 2026 di Kendal Capai 86,67 Persen, BPS Masih Kejar Pendataan hingga Tuntas
Peternak Ayam Petelur Kendal Bagi-bagi 15.000 Ayam, Desak Pemerintah Atasi Harga Pakan
PAN Kendal Mulai Susun Strategi Pemenangan Pemilu 2029, Enam Dapil Siapkan Program
Kapolres Kendal Sambangi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Beri Santunan dan Motivasi Anak Yatim

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:43

Pemekaran Brebes Selatan Masuk Babak Baru, Musyaffa: Langkah Nyata Percepat Pelayanan dan Kemandirian Ekonomi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:54

Ribuan Warga Antusias Terima Ayam Gratis, Polres Kendal Hadir Berikan Pelayanan Aksi Damai Peternak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:40

Kapolres Kendal Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Sutejo, Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:53

1.247 Peternak Kendal Demo, Ketua DPRD Desak Harga Pakan Turun dan Telur Naik

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:15

Peternak Ayam Petelur Kendal Bagi-bagi 15.000 Ayam, Desak Pemerintah Atasi Harga Pakan

Berita Terbaru

Ilustrasi gambar

Opini

Mengapa Kita Begitu Takut pada Masa Depan?

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:28

Secret Link