KENDAL, Wawasannews.com – Ikatan Santri dan Alumni Amtsilati Kendal (Iksantrik) menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Reuni Mutiara Ati ke-17 di Kampoeng Rasa Resto Weleri, Rabu (25/3/2026). Mengusung tema “Satu Sanad, Satu Tekad”, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara santri dan alumni sekaligus memperkuat komitmen khidmah dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan membangun ukhuwah Islamiyah yang kokoh, meningkatkan wawasan keagamaan, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di kalangan santri dan alumni Amtsilati.
Ketua Umum Mutiara Ati, Kyai Ahmad Khanifum Mushoffa, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam kealumnian. Menurutnya, alumni harus terus menjaga kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai Amtsilati dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semangat kebersamaan harus terus dijaga. Ketika ada agenda silaturahmi Amtsilati, maka jiwa kealumnian harus terpanggil untuk hadir dan berkontribusi,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan sejarah berdirinya Mutiara Ati yang berawal dari Silaturahmi Nasional (Silatnas) pertama pada 2016. Dari forum tersebut, muncul gagasan untuk membentuk wadah yang mampu menghimpun serta menggerakkan potensi alumni, hingga akhirnya terbentuklah organisasi Mutiara Ati sebagai ruang pengabdian santri dan alumni Amtsilati.
Pesan inspiratif turut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Pusat Jepara, KH Taufiqul Hakim. Dalam pesannya yang dibacakan di forum, ia menegaskan pentingnya peran generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, alumni Amtsilati merupakan bagian dari generasi emas yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik umat. Ia juga menegaskan bahwa amar makruf nahi munkar harus dilandasi dengan ilmu yang kuat, khususnya penguasaan ilmu nahwu dan sharaf sebagai dasar memahami ajaran agama.
Sementara itu, Ketua Iksantrik Putra, Akmalul Fikri, memperkenalkan program unggulan bertajuk “Revolusi Jiwa Negeri” sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda. Program ini kemudian dipaparkan lebih lanjut oleh Bahrur Shofi dari bidang pendidikan Iksantrik Putra.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai respon terhadap berbagai persoalan moral di kalangan generasi muda, seperti perundungan dan kekerasan. Melalui pendekatan pembinaan akhlak yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral.
Program “Revolusi Jiwa Negeri” berfokus pada tiga kitab utama, yakni Asshifatul Madzmumah, Asshifatul Karimah, dan Tahdzibul Qalbi. Metode yang digunakan meliputi pengulangan materi, pembacaan syi’ir atau nadzom, serta pendekatan psikologis yang menyentuh aspek emosi, konsentrasi, relaksasi, dan keyakinan.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk akhlak yang tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Iksantrik Kendal berharap dapat memperkuat soliditas santri dan alumni sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Pewarta : Auliya Rizqi AS
Editor : Riyadi










