Gunung Marapi Erupsi Dua Kali dalam Waktu Berdekatan, Status Masih Waspada

- Pewarta

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip-Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat terjadinya erupsi. (Istimewa/Wawasannews)

Arsip-Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat terjadinya erupsi. (Istimewa/Wawasannews)

PADANG, Wawasannews.com – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan pada Kamis pagi (26/3/2026).

Di kutip dari antaranews.com, Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh Firmansyah, menjelaskan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 08.28 WIB, disusul letusan kedua pada pukul 09.56 WIB.

Erupsi yang terjadi pada pukul 09.56 WIB terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10 milimeter dan durasi sekitar 22 detik. Namun, ketinggian kolom abu tidak dapat teramati karena tertutup awan di sekitar puncak gunung.

Sementara itu, letusan sebelumnya tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi 27 detik setelah dilakukan pembaruan data. Sama halnya dengan erupsi kedua, kolom abu pada letusan pertama juga tidak terpantau secara visual.

Baca Juga  Berani Menegur Penguasa, Syekh Zakaria al-Anshari Pertaruhkan Jabatannya

Berdasarkan data PGA, sepanjang periode 1 hingga 26 Maret 2026, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut telah mengalami sembilan kali erupsi.

Dari total kejadian tersebut, hanya satu erupsi yang ketinggian kolom abunya terpantau secara jelas, yakni pada 9 Maret 2026 dengan ketinggian mencapai sekitar 1.600 meter.

Saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi imbauan yang berlaku.

Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat di sekitar wilayah gunung untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng
Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik
BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli, Tekanan Dolar Dinilai Sementara
Realme 16T Siap Rilis, Usung Kamera Sony 50 MP dan Baterai 8.000 mAh
KEKEK Kendal Makin Diminati Investor, Serap 42 Ribu Tenaga Kerja hingga 2026
DPR Desak Pemerintah Segera Lindungi WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza
600 Prajurit Sudah Tempati Lokasi, Pembangunan Yon TP 935 Kendal Mulai Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:15

Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:01

Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:46

Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34

BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli, Tekanan Dolar Dinilai Sementara

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:13

KEKEK Kendal Makin Diminati Investor, Serap 42 Ribu Tenaga Kerja hingga 2026

Berita Terbaru