Prestasi Veda Ega Pratama Jadi Bukti Ekosistem Motorsport Indonesia Kian Kuat

- Pewarta

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Veda Ega Pratama, pebalap binaan Astra Honda Racing School asal Indonesia yang akan berlaga di Moto3 2026. (Istimewa/Wawasannews)

Veda Ega Pratama, pebalap binaan Astra Honda Racing School asal Indonesia yang akan berlaga di Moto3 2026. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – CEO Pride promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra, menilai lahirnya pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia menjadi bukti bahwa ekosistem pembinaan motorsport nasional berjalan dengan baik.

Di kutip dari antaranews.com, Hal ini diperkuat dengan capaian terbaru pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang berhasil meraih podium pada ajang Moto3 Grand Prix Brasil akhir pekan lalu. Prestasi tersebut menjadi tonggak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu menembus podium di ajang tersebut.

“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia merupakan hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Mulai dari pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, hingga peran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy dalam keterangan resminya, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa capaian para pembalap Indonesia bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem motorsport yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung oleh pembinaan berjenjang, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan nasional, regulasi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), dukungan sponsor, serta pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

Keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai sirkuit berstandar internasional juga menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung perkembangan motorsport di Tanah Air.

Selain Veda Ega Pratama, dalam beberapa tahun terakhir Indonesia juga melahirkan pembalap berprestasi seperti Mario Aji yang berlaga di Moto2 serta Aldi Satya Mahendra yang berhasil meraih gelar juara dunia World Supersport300. Hal ini menunjukkan bahwa fondasi motorsport Indonesia mulai berjalan secara efektif.

Eddy menyebut, ekosistem motorsport nasional saat ini ditopang oleh sejumlah elemen penting. Di antaranya dukungan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan pembinaan atlet, peran IMI sebagai regulator, serta penyelenggaraan kejuaraan nasional seperti Pertamina Mandalika Racing Series sebagai wadah kompetisi.

Selain itu, keberadaan tim balap profesional, akademi balap untuk pelatihan teknis dan mental sejak dini, serta pembinaan dari pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha turut berperan dalam mencetak pembalap berbakat.

Tak kalah penting, dukungan sponsor dan industri juga menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan karier para pembalap, mengingat tingginya biaya yang dibutuhkan dalam dunia balap. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gebyar 10 Muharram di Kendal, Ratusan Duafa Terima Santunan dan Perlengkapan Sekolah
Pemuda Brangsong Ditemukan Meninggal Setelah Diduga Terjun ke Laut di Pelabuhan Niaga Kendal
Unik! Bapak-Bapak di Desa Mojo Kendal Turun Tangan Gendong Tumpeng dalam Kirab Sedekah Bumi
Tiga Desa di Sayung Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data
Doa Bersama Lintas Agama Warnai HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kendal Perkuat Semangat Persatuan
Sopir Mengantuk, Truk Trailer Muatan Baja 65 Ton Tabrak Tiang Jembatan Kalibodri Kendal
Residivis Ditangkap, Polres Kendal Gagalkan Peredaran 50 Gram Sabu Siap Edar
Guru dan Karyawan SMK Muga Weleri Nobar Children of Heaven, Perkuat Pendidikan Karakter

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:56

Gebyar 10 Muharram di Kendal, Ratusan Duafa Terima Santunan dan Perlengkapan Sekolah

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:22

Pemuda Brangsong Ditemukan Meninggal Setelah Diduga Terjun ke Laut di Pelabuhan Niaga Kendal

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:01

Unik! Bapak-Bapak di Desa Mojo Kendal Turun Tangan Gendong Tumpeng dalam Kirab Sedekah Bumi

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:19

Tiga Desa di Sayung Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:53

Sopir Mengantuk, Truk Trailer Muatan Baja 65 Ton Tabrak Tiang Jembatan Kalibodri Kendal

Berita Terbaru