KENDAL, Wawasannews.com – Pengumpulan dana hewan kurban oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Kendal pada Idul Adha 2026 mencetak rekor baru. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 9,283 miliar.
Jumlah tersebut melampaui target yang sebelumnya dipatok sebesar Rp 9 miliar. Capaian itu sekaligus menjadi perolehan dana kurban terbesar selama Lazismu Kendal menggelar pengumpulan hewan kurban.
Pengurus Muhammadiyah Kendal, Ismaini Hatta, mengatakan peningkatan jumlah dana kurban tidak lepas dari tingginya antusias warga Muhammadiyah di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk berkurban terus mengalami peningkatan setiap tahun. Hal itu terlihat dari jumlah partisipasi warga yang semakin besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini bisa melampaui target. Ini rekor tertinggi selama ini,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Ia berharap capaian tersebut dapat terus meningkat pada Idul Adha tahun mendatang. Target pengumpulan dana kurban tahun depan diharapkan bisa menyentuh angka Rp 10 miliar.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa sampai Rp 10 miliar,” katanya.
Selain pengumpulan kurban, ribuan warga Muhammadiyah Kendal juga mengikuti Salat Idul Adha yang digelar di halaman Stadion Utama Kendal, Rabu pagi.
Sejak pagi hari, jamaah mulai berdatangan ke area stadion. Mereka memadati halaman utama untuk melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah.
Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar. Arus kendaraan di sekitar lokasi juga terpantau ramai namun tetap terkendali.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Kendal, Ahmad Sholeh, dipercaya menjadi khatib dalam pelaksanaan Salat Idul Adha tersebut.
Dalam khutbahnya, Ahmad Sholeh mengangkat tema “Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego dan kesombongan”.
Ia menjelaskan, makna kurban tidak berhenti pada ibadah penyembelihan hewan semata. Menurutnya, Idul Adha juga menjadi pengingat agar manusia mampu mengendalikan sifat egois dan rasa sombong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita bukan hanya menyembelih hewan kurban, tapi juga harus bisa menyembelih ego dan kesombongan dalam diri,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ahmad Sholeh menyebut jumlah jamaah Salat Idul Adha tahun ini hampir sama dengan pelaksanaan Salat Idul Fitri beberapa waktu lalu.
Besarnya jumlah jamaah menunjukkan tingginya antusias masyarakat mengikuti pelaksanaan ibadah di pusat kota Kendal tersebut.
Selain pelaksanaan salat, panitia juga membuka kotak amal khusus bagi jamaah. Dari hasil pengumpulan infak itu, terkumpul dana sebesar Rp 25.650.000.
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan Muhammadiyah di Kendal.
Kelancaran pelaksanaan Salat Idul Adha di Stadion Utama Kendal juga melibatkan berbagai pihak. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan bersama oleh Saka Bahurekso, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, dan Polri.
Dengan adanya pengaturan tersebut, kegiatan berlangsung aman hingga jamaah selesai meninggalkan lokasi stadion.
Pewarta : Ulin
Editor : Riyadi






