KENDAL, Wawasannews.com – Padepokan Pencak Silat Harimau Putih resmi memulai operasional padepokan barunya yang berlokasi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare, padepokan tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet dan pengembangan organisasi di masa mendatang.
Sebagai penanda dimulainya aktivitas di lokasi baru, Harimau Putih menggelar kejuaraan Barakuda Championship pada Minggu (7/6/2026) yang diikuti 124 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kendal.
Para peserta bertanding dalam sejumlah kategori, mulai kelompok usia dini, praremaja hingga remaja. Kejuaraan tersebut menjadi ajang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit pesilat potensial.
Guru Besar Padepokan Pencak Silat Harimau Putih, Muhammad Tommy Fadlurrahman, mengatakan Barakuda Championship merupakan kegiatan perdana yang digelar setelah pembangunan padepokan baru selesai.
Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana memperkenalkan fasilitas baru yang kini dimiliki Harimau Putih kepada masyarakat.
“Kejuaraan ini menjadi bagian dari pembukaan operasional padepokan. Selain untuk memperkenalkan padepokan baru, juga sebagai upaya mencari bibit-bibit pesilat muda yang nantinya bisa dibina lebih lanjut,” katanya.
Padepokan baru Harimau Putih dilengkapi fasilitas gedung olahraga (GOR) yang dirancang untuk menunjang proses pembinaan atlet secara berkelanjutan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan dan prestasi para anggota.
Tommy menjelaskan, ke depan padepokan tersebut akan difungsikan sebagai pusat pelatihan bagi anggota Harimau Putih dari berbagai daerah di Indonesia. Program latihan juga direncanakan berlangsung secara rutin setiap hari.
“Kami berharap tempat ini dapat menjadi pusat pelatihan Harimau Putih dari seluruh Indonesia sehingga proses pembinaan atlet bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Padepokan Pencak Silat Harimau Putih, Iskarim Rahmat, menyebut berdirinya padepokan baru sebagai tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Selama ini, berbagai kegiatan latihan masih dilakukan secara berpindah-pindah dengan memanfaatkan gedung sewaan maupun fasilitas sekolah.
Dengan adanya padepokan sendiri, seluruh kegiatan pembinaan kini dapat dipusatkan dalam satu lokasi yang lebih representatif dan memadai.
“Sebelumnya kami berpindah-pindah tempat latihan, mulai dari menyewa gedung hingga menggunakan fasilitas sekolah. Sekarang kami sudah memiliki padepokan sendiri yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat latihan maupun recovery atlet,” pungkasnya. (red)






