SEMARANG, Wawasannews.com – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), berhasil lolos dalam program internasional yang membuka kesempatan kuliah sekaligus bekerja di Taiwan.
Mereka diterima di Minghsin University of Science and Technology (MUST), salah satu perguruan tinggi di Taiwan yang menjadi mitra kerja sama UIN Walisongo. Tidak hanya melanjutkan pendidikan, para mahasiswa tersebut juga telah mendapatkan penempatan kerja dan magang di sejumlah perusahaan konstruksi serta rekayasa teknik di negara tersebut.
Kesempatan itu diperoleh melalui Program Double Degree BCP 3+1 dan BCP 3+1+i. Program ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana sambil mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri internasional.
Berdasarkan informasi yang diterima pada 3 Juni 2026, skema tersebut dirancang untuk menggabungkan pengalaman akademik dan praktik kerja. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar pendidikan, tetapi juga mengenal lingkungan kerja profesional yang memiliki standar global.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Prodi ISAI. Selama ini, program studi tersebut dikenal mengkaji seni dan arsitektur Islam. Namun, melalui kerja sama internasional yang terbangun, para mahasiswa juga mendapatkan akses ke sektor konstruksi dan teknik yang berkembang pesat di Taiwan.
Adapun mahasiswa yang dinyatakan lolos dalam program tersebut yakni Dessy Della Syafitri, Maghfiroh Choirunnisa, Muh Tajulhaq Hakim Tiro, Muhamad Adzkia, Fatino Wahyu Baskoro, Trisna Muhamad Ridwan, Ami Anggraeni, Komala Sari, Atikah Nur Rochmah, Nailatul Khusna, Mohammad Hamdan Amrulloh, dan Risma Nahva Firdausy.
Mereka akan menjalani pendidikan dan penugasan di beberapa perusahaan mitra yang bergerak di bidang konstruksi dan rekayasa teknik. Perusahaan tersebut antara lain BES Engineering Corp., Lijou Engineering Consultants Co., Ltd., Xu-Yuan Construction Co., Ltd., Chien Kuo Construction Co., Ltd., Dentian Construction Co., Ltd., serta I-Jia Construction Co., Ltd.
Beberapa mahasiswa ditempatkan pada perusahaan yang sama. Empat mahasiswa akan bergabung dengan BES Engineering Corp., sementara tiga mahasiswa lainnya diterima di Chien Kuo Construction Co., Ltd. Selain itu, ada pula yang ditempatkan di Xu-Yuan Construction Co., Ltd., Lijou Engineering Consultants Co., Ltd., Dentian Construction Co., Ltd., dan I-Jia Construction Co., Ltd.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa menunjukkan bahwa bidang keilmuan yang dipelajari di kampus memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Ia menilai mahasiswa ISAI tidak hanya dibekali teori selama masa perkuliahan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana industri konstruksi dan arsitektur modern berkembang di tingkat global.
“Ini menjadi lompatan besar bagi institusi. Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori arsitektur Islam di kelas, tetapi kini bisa terjun langsung ke lingkungan arsitektur, teknik sipil, dan konstruksi modern berskala global di Taiwan,” kata Prof. Musahadi. (Dilansir dari antarajateng)
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan konsep Kesatuan Ilmu atau Unity of Sciences yang dikembangkan UIN Walisongo. Melalui pendekatan itu, ilmu keagamaan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan sains dan teknologi terapan.
Selain pengalaman akademik, mahasiswa juga akan berinteraksi dengan budaya kerja yang berbeda. Mereka berkesempatan mempelajari disiplin kerja industri maju sekaligus memperluas wawasan internasional selama berada di Taiwan.
Program Double Degree BCP 3+1 dan BCP 3+1+i menjadi salah satu jalur yang membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global sejak masih berstatus mahasiswa. Melalui program tersebut, peserta tidak hanya membawa bekal pendidikan formal, tetapi juga pengalaman kerja yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia profesional setelah lulus. (red)






