Gus Ipul “Arsitek Konflik” PBNU, Fatal Bila jadi Ketua Panitia Muktamar

- Pewarta

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Perkumpulan Reksobhumi Indonesia, Dr M. Kholidul Adib, M.Si, menyampaikan penolakan atas penunjukan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Ketua Penyelenggara Muktamar NU, Kamis (2/4). Foto: Istimewa/Wawasannews

Ketua Perkumpulan Reksobhumi Indonesia, Dr M. Kholidul Adib, M.Si, menyampaikan penolakan atas penunjukan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Ketua Penyelenggara Muktamar NU, Kamis (2/4). Foto: Istimewa/Wawasannews

JAKARTA, Wawasannews.com – Penetapan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Ketua Penyelenggara Muktamar Nahlatul Ulama (NU) ditentang sejumlah Nahdliyin.

Keputusan itu dinilai bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap etika organisasi dan upaya sistematis untuk melanggengkan konflik internal yang tengah membara.

Ketua Perkumpulan Reksobhumi Indonesia Dr M. Kholidul Adib,MSi menyebut sangat ironis ketika sosok yang selama ini dipandang publik sebagai salah satu “biang kerok” dan aktor utama di balik memanasnya suhu politik serta dualisme persepsi dalam tubuh nahdliyin, justru diberi mandat untuk memimpin forum tertinggi organisasi.

“Penunjukan ketua penyelenggara ini ibarat menunjuk “pemicu api” untuk menjadi semacam pemadam kebakaran,” ungkap Adib, Kamis (2/4).

Atas dasar itu, Adib menolak penunjukan Syaifullah Yusuf sebagai ketua penyelenggara Muktamar NU. Sebab ini menjadi konflik kepentingan yang nyata.

“Sebagai pihak yang terlibat langsung dalam ketegangan hubungan antar-elemen di NU belakangan ini, integritas dan netralitas Gus Ipul dalam mengawal Muktamar sangat diragukan,” sebut Adib.

Muktamar, tegas Adib, seharusnya menjadi ruang rekonsiliasi, bukan panggung bagi faksi tertentu untuk mengukuhkan dominasi.

“Alih-alih merangkul semua pihak sesuai semangat Ukhuwah Nahdliyyah, langkah-langkah politik Gus Ipul cenderung menciptakan polarisasi. Memberinya posisi kunci hanya akan memperlebar jurang pemisah di akar rumput,” tegas Adib.

Adib juga mengingatkan ancaman terhadap legitimasi Muktamar. Jika penyelenggaraan Muktamar dikendalikan oleh sosok kontroversial, hasil dari Muktamar tersebut akan kehilangan legitimasi moral.

“Keputusan-keputusan yang diambil nantinya akan terus dibayangi kecurigaan akan adanya skenario titipan,” terangnya.

Muktamar NU, tegas Adib, adalah hajat besar umat yang harus dijaga kesuciannya dari syahwat politik praktis dan kepentingan personal.

“Kami mendesak PBNU untuk meninjau ulang komposisi kepanitiaan ini demi menjaga marwah organisasi. Jangan biarkan masa depan NU digadaikan demi mengakomodasi aktor yang justru menjadi sumber kegaduhan,” jelasnya.

Adib menambahkan, NU membutuhkan pemersatu. “Bukan operator politik yang mahir menciptakan keretakan,” tandas Adib. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gudang Rongsok di Boja Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta
Tangani 129 ODGJ Berat, Kecamatan Ringinarum Launching Siaga Jiwa
Duta Pelajar dan Gelar Budaya IPPNU Kendal Jadi Ajang Tunjukkan Bakat dan Kepemimpinan
Mahfud Sodiq Apresiasi Ruang Kreativitas Pelajar Putri lewat Duta Pelajar IPPNU
DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII Tahun 2027
Wagub Jateng Anggarkan Rp2 Miliar untuk Bisyarah 2.000 Penghafal Al Quran
Jateng Naik ke Runner Up MTQ Nasional XXXI, Ahmad Luthfi: Hasil Usaha Luar Biasa
MEREKA YANG BERANGKAT SEBELUM FAJAR

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:42

Gudang Rongsok di Boja Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

Senin, 21 September 2026 - 10:12

Tangani 129 ODGJ Berat, Kecamatan Ringinarum Launching Siaga Jiwa

Minggu, 20 September 2026 - 14:16

Duta Pelajar dan Gelar Budaya IPPNU Kendal Jadi Ajang Tunjukkan Bakat dan Kepemimpinan

Minggu, 20 September 2026 - 14:02

Mahfud Sodiq Apresiasi Ruang Kreativitas Pelajar Putri lewat Duta Pelajar IPPNU

Minggu, 20 September 2026 - 13:59

DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII Tahun 2027

Berita Terbaru

Petugas damkar memadamkan kebakaran gudang rongsok di Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kendal, Senin (21/9). Foto: Istimewa/Wawasannews

Jawa Tengah

Gudang Rongsok di Boja Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

Senin, 21 Sep 2026 - 15:42

Secret Link