Fraksi PKB DPRD Jateng Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati di Pati

- Pewarta

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, H. Sugiyarto. (Istimewa/Wawasannews)

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, H. Sugiyarto. (Istimewa/Wawasannews)

PATI, Wawasannews.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Tengah mendesak pengusutan tuntas terhadap dugaan kasus pelecehan terhadap santriwati yang melibatkan oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Pati.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah, H. Sugiyarto, menegaskan penanganan kasus harus dilakukan secara transparan dan menyeluruh agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap serta memberikan keadilan bagi korban.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, terutama bagi dunia pendidikan kita dan khususnya kepada para korban. Hal ini perlu ditelusuri secara detail agar kasusnya terang benderang,” ujar Sugiyarto, Minggu (3/5/2026).

Legislator dari daerah pemilihan Pati-Rembang tersebut menilai proses hukum yang tegas menjadi langkah penting untuk memastikan kasus serupa tidak terulang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Menurutnya, tindakan yang diduga dilakukan pelaku merupakan perbuatan oknum dan tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh pondok pesantren.

“Ini adalah tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai kejadian ini kemudian digeneralisasi kepada seluruh pondok pesantren yang ada,” tegasnya.

Sugiyarto juga mengajak masyarakat tetap objektif dalam menyikapi kasus tersebut. Ia menilai pesantren tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan pendidikan generasi muda.

Selain itu, ia mendorong korban untuk berani menyampaikan kebenaran agar proses penanganan dapat berjalan maksimal.

“Kepada para korban, saya berharap berani bersuara. Suara kalian penting untuk membuka fakta dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” katanya.

Tak hanya mendesak pengusutan hukum, Sugiyarto juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perlindungan santri di lingkungan lembaga pendidikan terkait.

Ia menyebut persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga lembaga legislatif untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan santri.

Sebagai tindak lanjut, Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah berkomitmen membawa persoalan tersebut ke tingkat pimpinan dewan agar dapat dibahas lebih lanjut melalui Komisi E DPRD Jawa Tengah.

“Kami akan meneruskan persoalan ini ke pimpinan agar menjadi perhatian bersama dan dilakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir
Akumulasi Kemarahan Rakyat, PMII Kota Semarang Menggugat: 500 Massa Turun ke DPRD Jawa Tengah
Terobos Rob Sejauh 2 Kilometer, Kapolres Kendal Datangi Warga yang Masih Bertahan di Balok
PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik
Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun
Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen
DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah
DPRD Kendal Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Cegah Kebakaran Melalui Sosialisasi

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:22

DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:41

Akumulasi Kemarahan Rakyat, PMII Kota Semarang Menggugat: 500 Massa Turun ke DPRD Jawa Tengah

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:18

Terobos Rob Sejauh 2 Kilometer, Kapolres Kendal Datangi Warga yang Masih Bertahan di Balok

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:30

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:01

Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun

Berita Terbaru