KENDAL, Wawasannews.com – Pertemuan rutin Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Pucakwangi, Kecamatan Pageruyung, pada Ahad (15/2/2026) menjadi momentum krusial bagi kader Fatayat NU karena dihadiri oleh Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq. Agenda bulanan tersebut dimanfaatkan para kader untuk menyuarakan tantangan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tingkat akar rumput.
Acara yang berlangsung hangat ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Pageruyung, Ana Muflihah, serta tokoh NU Pageruyung, Kyai Sumali.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Mahfud Sodiq menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab kelembagaan untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung. Ia menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menopang ekonomi desa.
“Kami hadir untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan para kader Fatayat. Aspirasi para pelaku UMKM perempuan ini akan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam skema program serta dukungan anggaran pemerintah daerah,” ujar Mahfud Sodiq.
Menurutnya, keberdayaan ekonomi perempuan adalah kunci ketahanan keluarga. Oleh karena itu, ia berjanji akan mendorong kebijakan yang mencakup dukungan pelatihan keterampilan berkelanjutan, pendampingan perizinan usaha bagi pelaku mikro, serta perluasan akses permodalan yang lebih terjangkau.

Mahfud juga menegaskan bahwa DPRD Kendal memiliki komitmen untuk memastikan UMKM perempuan memperoleh ruang lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Kami ingin UMKM perempuan di desa-desa seperti Pucakwangi ini bisa naik kelas. Pemerintah daerah harus hadir dengan program yang tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ketua PAC Fatayat NU Pageruyung, Ana Muflihah, mengungkapkan bahwa kader Fatayat di wilayahnya memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner hingga jasa katering rumahan. Namun, potensi tersebut sering terbentur oleh keterbatasan teknis dan pendampingan.
“Banyak anggota kami sudah punya produk unggulan, tapi masih kesulitan di pengemasan (packaging), pemasaran digital, dan akses pasar yang lebih luas. Kami butuh program yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sekali jalan,” tegas Ana.
Menanggapi keluhan tersebut, Mahfud Sodiq berencana melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal. Tujuannya agar program pemerintah lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan spesifik kader Fatayat di desa-desa.
Dukungan senada datang dari tokoh NU Pageruyung, Kyai Sumali. Ia menilai Fatayat memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi umat.
“Jika perempuan Nahdlatul Ulama di desa diberi ruang dan dukungan nyata, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Kami berharap aspirasi ini dikawal hingga menjadi kebijakan nyata,” pungkasnya.
pewarta : Fuad Dwi Ichwanudin
Editor : Riyadi








