11 Juta Peserta BPJS PBI-JK Diacak Ulang! Mensos Turunkan 30 Ribu Pendamping untuk Ground Check

- Pewarta

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berbincang dengan salah satu narasumber dalam sebuah sesi wawancara di Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berbincang dengan salah satu narasumber dalam sebuah sesi wawancara di Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmennya untuk memastikan akurasi data penerima bantuan sosial melalui pelibatan lebih dari 30 ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam proses ground check terhadap 11 juta peserta BPJS segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Langkah ini dilakukan menyusul penonaktifan dan pengalihan kepesertaan PBI-JK dari kelompok masyarakat yang dinilai sudah mampu (desil 6–10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional/DTSEN) kepada kelompok yang lebih membutuhkan (desil 1–5), berdasarkan usulan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami akan melibatkan pendamping-pendamping kami untuk membantu ground check, melihat kondisi objektif setiap penerima manfaat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, proses ini bukan bentuk pengurangan kuota bantuan, melainkan penataan ulang agar subsidi tepat sasaran. Program pengalihan tersebut telah dimulai sejak Mei 2025 dan dilakukan secara bertahap dengan koordinasi lintas kementerian.

Reaktivasi Otomatis untuk Pasien Katastropik

Sebagai bentuk perlindungan terhadap kelompok rentan, Kemensos memastikan sebanyak 106 ribu peserta PBI-JK dengan penyakit katastropik atau kronis yang sempat terdampak perubahan data telah direaktivasi secara otomatis. Kebijakan ini diambil agar pasien dengan kebutuhan pengobatan intensif tidak kehilangan akses layanan kesehatan.

“Yang pertama kita berikan reaktivasi otomatis adalah 106 ribu pasien dengan penyakit katastropik. Sekarang sudah aktif kembali,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang terdampak namun masih membutuhkan layanan kesehatan, tersedia mekanisme reaktivasi cepat sesuai prosedur yang berlaku.

Partisipasi Publik Jadi Kunci Akurasi Data

Kemensos juga membuka ruang partisipasi publik melalui fitur usul dan sanggah pada aplikasi Cek Bansos, Call Center, hingga WhatsApp Center. Partisipasi masyarakat dinilai krusial untuk mempercepat validasi dan koreksi data di lapangan.

Gus Ipul menekankan bahwa konsolidasi DTSEN merupakan program strategis nasional sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dengan pemutakhiran berkala, pemerintah optimistis bantuan sosial akan semakin presisi dan berkeadilan.

Dalam implementasinya, Kemensos menetapkan data penerima, Kementerian Kesehatan mengelola alokasi anggaran, lalu disalurkan kepada BPJS Kesehatan untuk dibayarkan ke fasilitas layanan kesehatan. Skema ini memastikan rantai layanan tetap berjalan meski proses pemutakhiran data sedang berlangsung.

Langkah pembenahan berbasis data ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola bantuan sosial yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat.

Pewarta : Fuad Dwi
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dusun Sono Dibidik Jadi Kampung Sukun, Panen Ditarget 3–4 Tahun Lagi
Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
Fraksi PKB DPRD Jateng Soroti Sektor Pertanian dan Koreksi Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD 2026
Celurit 2 Meter dan Corbek 1,5 Meter Disita, Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Kendal
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:21

Dusun Sono Dibidik Jadi Kampung Sukun, Panen Ditarget 3–4 Tahun Lagi

Rabu, 30 September 2026 - 16:56

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 15:29

Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Berita Terbaru

Secret Link