Luapan Sungai Blorong Rendam Ratusan Rumah di Kendal, Aktivitas Warga Terganggu

- Pewarta

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan banjir merendam area kantor pelayanan publik di Kabupaten Kendal akibat luapan Sungai Blorong, Rabu (11/2/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Genangan banjir merendam area kantor pelayanan publik di Kabupaten Kendal akibat luapan Sungai Blorong, Rabu (11/2/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Luapan Sungai Blorong kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejak Selasa (10/2/2026) malam hingga Rabu dini hari.

Akibatnya, ratusan rumah warga di beberapa kecamatan terendam banjir, termasuk fasilitas umum seperti masjid, balai desa, hingga area pasar tradisional. Meski demikian, hingga Rabu pagi, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

Salah satu wilayah terdampak berada di RT 5 RW 2 Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel. Banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB dan merendam puluhan rumah, Masjid Al Huda, serta kantor balai desa.

“Air mulai masuk sekitar jam dua dini hari dan langsung merendam rumah-rumah warga. Masjid dan balai desa juga ikut tergenang,” ujar Rudi Santoso, warga setempat, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga  Warga Blokir Akses Tambang Galian C di Kaliwungu Kendal

Ia menambahkan, kondisi mulai berangsur membaik setelah air surut secara perlahan pada pagi hari. “Sekitar pukul sembilan pagi, air sudah mulai turun,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, banjir akibat luapan Sungai Blorong melanda sejumlah kecamatan, di antaranya Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Brangsong.

Di Kecamatan Boja, banjir merendam Perumahan Permata Campurejo, Desa Campurejo, dengan 15 kepala keluarga terdampak. Genangan juga terjadi di Perumahan Bancar Cluster, Desa Tampingan, serta Dusun Pilang, Desa Boja. Namun, air relatif cepat surut.

Sementara itu, di Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, sebanyak 25 rumah warga terendam dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Kondisi di wilayah ini mulai membaik seiring meredanya hujan.

Baca Juga  Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran

Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Ngampel. Di Desa Rejosari, sekitar 600 rumah tergenang dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Sedangkan di Desa Ngampel Kulon, sedikitnya 350 rumah terendam dengan ketinggian air hingga satu meter.

Selain itu, banjir juga menggenangi Dusun Sudikampir, Desa Sudipayung, yang mengakibatkan akses antarpermukiman warga sempat terganggu.

Di Kecamatan Brangsong, genangan melanda sejumlah desa, seperti Desa Tunggulsari dan Desa Kertomulyo. Air bahkan meluber hingga ke ruas jalan utama dan jalur alternatif.

Dampak terparah terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong. Jalan alternatif di depan Pasar Srogo tergenang hampir setinggi pinggang orang dewasa, sehingga menyebabkan banyak kendaraan mogok dan arus lalu lintas tersendat.

Baca Juga  Polres Kendal dan FKUB Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Stabilitas Wilayah

“Air mulai masuk sejak waktu subuh ke area pasar, jalan alternatif, dan permukiman warga,” kata Muhammad Akib, warga Desa Sidorejo.

Akibat banjir tersebut, aktivitas jual beli di Pasar Srogo sempat terganggu. Sejumlah pedagang terpaksa memindahkan lapaknya ke lokasi yang lebih aman karena area dalam pasar tergenang air setinggi sekitar 30 sentimeter, sementara akses masuk pasar mencapai 70 sentimeter.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan aparat terkait terus melakukan pemantauan serta upaya penanganan di wilayah terdampak. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan sungai susulan. (Zdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Heboh Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Autis di Semarang, Korban Kini Hamil 5 Bulan
Kecelakaan Pikap dan Motor di Boja Diselesaikan Secara Restorative Justice di Satlantas Polres Kendal
Jembatan Merah Putih Presisi Resmi Dibuka, Akses Warga Tembelang Kini Lebih Mudah
Anggota DPRD Kendal Sebut Jagung SPHP Bantu Ringankan Beban Peternak Ayam
Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional
341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026
Ponpes Darul Muqorrobin Cetak Dua Hafidz Baru, Satu Santri Datang dari Batam
Tak Hanya WNA, Imigrasi Kejar 15 Sponsor Sindikat Judi Online Internasional

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:44

Heboh Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Autis di Semarang, Korban Kini Hamil 5 Bulan

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:47

Kecelakaan Pikap dan Motor di Boja Diselesaikan Secara Restorative Justice di Satlantas Polres Kendal

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:55

Jembatan Merah Putih Presisi Resmi Dibuka, Akses Warga Tembelang Kini Lebih Mudah

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:32

Anggota DPRD Kendal Sebut Jagung SPHP Bantu Ringankan Beban Peternak Ayam

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:54

Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional

Berita Terbaru