Seni Rewo-Rewo “Satrio Manunggal” Guncang Panggung Kendal Open Fair

- Pewarta

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panggung kebudayaan daerah. kendal open fair (13/8/2025).

Panggung kebudayaan daerah. kendal open fair (13/8/2025).

KENDAL, WawasanNews – Suasana meriah menyelimuti area Stadion Kebondalem, Rabu (13/8/2025) malam. Rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Kendal tahun ini kembali menghadirkan berbagai hiburan rakyat, salah satunya penampilan memukau kesenian lokal “Rewo-Rewo” dari kelompok Satrio Manunggal, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon.

Menggabungkan tarian kuda kepang kreasi dengan unsur Leak atau Rangda dari Bali, pertunjukan ini memikat perhatian ribuan penonton. Denting gamelan yang menghentak berpadu dengan gerak lincah para penari berwajah teatrikal menciptakan atmosfer magis.

Usai tarian puncak, suasana semakin intens ketika sebagian besar penari mengalami “ndadi” atau kerasukan massal, sebuah fenomena yang kerap mewarnai kesenian tradisional semacam ini. Bagi penonton, momen tersebut menjadi daya tarik tersendiri, menambah kekayaan pengalaman budaya yang disajikan.

Baca Juga  Korban Terakhir Mahasiswa UIN Walisongo yang Hanyut di Sungai Genting Akhirnya Ditemukan

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ahmad, salah satu penari Satrio Manunggal, mengaku bangga bisa tampil di Kendal Open Fair.

“Acara seperti ini penting sekali untuk kami. Ini panggung pembuktian bahwa seni tradisional masih hidup dan bisa berinovasi,” ujarnya.

Harlah Kendal ke-420, kendal open fair (13/8/2025). Wawasannews/adib

Ia berharap pemerintah dan penyelenggara memberi ruang lebih luas bagi seniman lokal di masa depan.
“Harapan saya, tahun depan lebih banyak lagi kesenian Kendal yang tampil. Tidak hanya di acara besar, tapi juga dalam pembinaan supaya generasi penerus bisa meneruskan,” tambahnya.

Bagi Siti Aminah, warga Weleri yang datang bersama keluarga, Kendal Open Fair adalah momen yang selalu dinantikan.

“Acara ini penting karena jadi sarana mengenalkan budaya ke anak-anak. Kalau tidak, mereka hanya akan lihat dari internet,” katanya.

Ia juga menilai ajang ini punya nilai ekonomi bagi warga.
“Harapan saya tahun depan lebih meriah, promosi lebih gencar, supaya wisatawan luar kota tertarik datang. Penjual kecil di sekitar sini juga ikut terbantu,” tuturnya.

Kendal Open Fair tahun ini membuktikan diri sebagai ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat ikatan budaya dan sosial warga. Melalui dentang gamelan dan tarian “Rewo-Rewo”, tersirat pesan bahwa seni tradisi perlu terus dipelihara agar tetap menjadi identitas Kendal di tengah arus modernisasi.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong
PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa
Laga Kandang Perdana, Persik Kendal Menang Telak dan Puncaki Klasemen Liga 4
DPRD Kendal Pastikan Raperda Pajak dan Retribusi Tidak Bebani Masyarakat
Bupati Kendal Tinjau Pembangunan Jalan Desa Sendang Sikucing yang Dikeluhkan Puluhan Tahun

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:43

Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:27

PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa

Berita Terbaru