KENDAL, Wawasannews.com – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) terus berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Salah satunya melalui pelatihan bahasa Mandarin dasar bagi masyarakat yang ingin meningkatkan peluang memasuki dunia kerja.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan pembangunan Kendal Cerdas sekaligus menjawab kebutuhan komunikasi di Kawasan Industri Kendal (KIK), yang banyak dihuni perusahaan asal China.
Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan bahasa Mandarin dasar yang diselenggarakan secara gratis. Program ini diharapkan menjadi bekal tambahan bagi calon tenaga kerja lokal untuk menghadapi proses rekrutmen dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di perusahaan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu disesuaikan dengan perkembangan investasi dan kebutuhan perusahaan di daerah.
“Program ini untuk menciptakan SDM yang kompeten agar bisa link and match dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kendal. Terlebih, sebagian besar investor yang ada di Kendal berasal dari China,” kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika saat menutup pelatihan di Aula Disperinaker Kendal, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, kemampuan bahasa Mandarin dapat membantu pekerja lokal berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Dengan pemahaman bahasa yang lebih baik, koordinasi pekerjaan diharapkan berjalan lancar dan risiko kesalahpahaman akibat perbedaan bahasa dapat diminimalkan.
Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti belajar setelah pelatihan selesai. Penguasaan bahasa perlu terus ditingkatkan agar dapat menunjang kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Kepala Disperinaker Kendal Ardi Prasetyo menjelaskan, pelatihan bahasa Mandarin diselenggarakan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan industri, khususnya di kawasan industri yang banyak melibatkan perusahaan asal China.
Menurutnya, keterampilan komunikasi menjadi salah satu bekal penting bagi calon tenaga kerja untuk mendukung koordinasi dan kerja sama di lingkungan perusahaan.
“Pelatihan bahasa Mandarin dasar ini merupakan pelaksanaan kedua dan diberikan secara gratis kepada masyarakat Kabupaten Kendal,” katanya.
Dijelaskannya, Disperinaker melalui program ini berupaya mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan peningkatan keterampilan calon tenaga kerja lokal.
Sementara itu, HR Manager Kawasan Industri Kendal, Daru Munjungsari menyatakan bahwa kemampuan bahasa Mandarin dapat membantu membangun komunikasi yang lebih efektif antara perusahaan dan pekerja.
“Mayoritas perusahaan kami berasal dari China, sehingga kami juga memiliki tanggung jawab untuk membekali masyarakat dan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa Mandarin. Tanpa kemampuan bahasa, komunikasi tidak akan berjalan optimal,” katanya.
Dia mengapresiasi Pemkab Kendal, khususnya Disperinaker, yang telah memfasilitasi pelatihan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi masyarakat.
Menurut Daru, kemampuan saling memahami bahasa akan membantu koordinasi serta pelaksanaan operasional perusahaan berjalan lebih lancar.
Salah seorang peserta, Virza Galuh Drajati, 23, warga Desa Taman Gede, Kecamatan Gemuh, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Walaupun waktunya singkat, ilmu yang saya dapatkan bisa menjadi bekal untuk mencari pekerjaan di KIK,” ujarnya.(Red)






