KENDAL, Wawasannews – Santri tak hanya belajar ilmu agama di pondok pesantren. Mereka juga memiliki potensi di bidang olahraga yang perlu mendapat ruang untuk berkembang. Salah satunya melalui kompetisi sepak bola yang mempertemukan tim-tim pesantren dari berbagai daerah.
Pesan tersebut mengemuka dalam gelaran Football Santri 2026 di Stadion Kebondalem Kendal, Kamis (22/10/2026). Dalam turnamen yang diikuti 16 tim dari berbagai daerah di Jawa Tengah itu, Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kendal, keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ponpes Walisongo Sragen dengan skor 2-1 pada laga final.
Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menyerahkan langsung piala kepada tim juara. Dia mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah tersebut.
Menurut Gus Yasin, kompetisi ini menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat di bidang olahraga. Namun, keberhasilan dalam sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemain.
Kekompakan dan kemampuan membangun kerja sama tim juga menjadi faktor penting yang perlu diasah melalui pertandingan dan pembinaan berkelanjutan.
“Yang paling menarik itu kerja tim. Satu tim benar-benar bisa kita lihat kekompakannya, lalu masing-masing sudah ada chemistry dan sinerginya. Ini yang paling utama sehingga perlu terus didorong,” ujarnya.
Gus Yasin berharap potensi pemain sepak bola dari kalangan santri dapat dipetakan dan dilaporkan secara berjenjang ke tingkat provinsi. Dengan begitu, kemampuan yang muncul dalam kompetisi bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan olahraga di Jawa Tengah.
Menurutnya, kompetisi seperti Football Santri dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenali bakat pemain. Potensi tersebut perlu ditindaklanjuti agar santri yang memiliki kemampuan di bidang sepak bola memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Selain mendorong pembinaan olahraga, Gus Yasin mengingatkan agar rangkaian kegiatan RMI tidak hanya berorientasi pada kemeriahan peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dia mencontohkan program pernikahan bagi 62 pasangan yang disertai pemberian modal dan fasilitas bulan madu. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi pesantren dapat menjangkau berbagai bidang, mulai dari pengembangan potensi santri hingga pemberdayaan masyarakat.
Hidupkan Kembali Kompetisi Santri
Ketua RMI PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Fadlullah Turmudzi atau Gus Fadwad mengatakan, Football Santri 2026 menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kompetisi olahraga santri yang pernah berjaya, tetapi kemudian lama vakum.
Keikutsertaan 16 tim dari berbagai daerah di Jawa Tengah menjadi modal untuk mengembangkan turnamen tersebut pada masa mendatang. Dia berharap kompetisi ini tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda berkelanjutan bagi para santri untuk berprestasi di bidang olahraga.
Menurutnya, persiapan perlu dilakukan jauh-jauh hari agar penyelenggaraan berikutnya lebih matang. Perencanaan sejak awal diharapkan dapat memperlancar koordinasi dan pelaksanaan pertandingan.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Football Santri 2026 sekaligus Pengasuh Ponpes Manbaul Hikmah Mororejo, Kaliwungu, Kendal, Gus Basyar Rohman, bersyukur turnamen berjalan lancar.
Dia berharap Football Santri dapat menjadi awal kebangkitan kompetisi sepak bola santri di Jawa Tengah. Persiapan untuk penyelenggaraan berikutnya diharapkan dimulai sejak Oktober dan dimatangkan pada November hingga Desember.
Keberlanjutan kompetisi dinilai penting untuk menjaga semangat para santri, sekaligus membuka kesempatan bagi mereka mengembangkan kemampuan, kebersamaan, dan sportivitas melalui olahraga.
Pada turnamen perdana ini, Ponpes Walisongo Sragen menempati posisi kedua. Sementara itu, juara ketiga bersama diraih Ponpes Darul Ulum Batang dan Syubbanul Wathon Magelang.
Hasil tersebut menutup rangkaian Football Santri 2026 yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional sekaligus membuka ruang bagi santri untuk menunjukkan prestasi di luar bidang akademik dan keagamaan.(Red)






