JAKARTA, Wawasannews.com — Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Abhiram S Yadav terpilih sebagai Chief Executives Committee (CEC) International Cricket Council (ICC).
Abhiram terpilih dalam pemungutan suara yang digelar pada Kamis, 24 September 2026. Ia mendapat 71 persen suara dari 94 anggota asosiasi ICC.
Dalam pemilihan tersebut, hanya tiga orang yang terpilih sebagai CEC untuk mewakili 94 anggota asosiasi ICC.
Abhiram menyambut kepercayaan tersebut dengan menyatakan kesiapannya ikut mendukung program ICC di bawah kepemimpinan Ketua ICC Jay Shah.
“Saya siap memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung program-program besar Mr Jay Shah dan kepemimpinan ICC,” kata Abhiram dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia menilai kepemimpinan Jay Shah memiliki perhatian terhadap pengembangan kriket agar semakin dikenal secara global.
Abhiram juga menyebut arah pengembangan kriket saat ini mencakup aspek modernisasi dan keterbukaan bagi lebih banyak negara serta komunitas.
Meski kini mendapat posisi di jajaran ICC, Abhiram menegaskan pengembangan kriket di Indonesia tetap menjadi perhatian.
Menurut dia, keterlibatan lebih dekat dengan ekosistem kriket internasional bisa dimanfaatkan untuk membawa pengetahuan dan pengalaman baru ke Indonesia.
Hal tersebut mencakup jejaring internasional, praktik yang sudah diterapkan di negara lain, hingga peningkatan standar dalam pengelolaan olahraga kriket.
“Tiga orang dipercaya membawa perspektif komunitas 94 anggota asosiasi. Saya tidak melihat ini sebagai status, tetapi sebagai tanggung jawab untuk melayani,” ujarnya.
Abhiram mengatakan posisi tersebut bukan sekadar jabatan. Ia ingin menjalankan peran sebagai penghubung dengan mendengar langsung kebutuhan anggota ICC.
Karena itu, ia tidak ingin hanya menunggu negara-negara anggota datang untuk menyampaikan persoalan atau gagasan.
Ia berencana aktif berkomunikasi dengan anggota untuk memahami kebutuhan, tantangan, masukan, dan ide yang mereka miliki.
“Pendekatan saya sederhana yaitu dengarkan sebelum rapat, wakili ketika berada di dalam rapat, tindak lanjuti setelah rapat, dan tetap tersedia di antara rapat-rapat tersebut,” kata Abhiram.
Menurut Abhiram, perkembangan kriket dunia saat ini berlangsung di sejumlah bidang. Salah satunya adalah kembalinya kriket ke ajang Olimpiade.
Selain itu, perkembangan kriket putri, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi juga menjadi bagian dari perubahan yang sedang berlangsung.
Kehadiran negara-negara baru serta munculnya generasi baru pemain turut memperluas perkembangan olahraga tersebut.
Abhiram menilai kondisi tersebut menjadi ruang bagi kepemimpinan ICC untuk membawa kriket ke jangkauan yang lebih luas.
“Saya percaya kepemimpinan Mr. Shah hadir pada momentum yang sangat penting. Saya ingin menjadi bagian yang bekerja dan memberikan kontribusi nyata untuk membantu mewujudkan visi besar tersebut,” ujarnya.
Terpilihnya Abhiram sebagai CEC ICC membuat Indonesia mendapat keterwakilan dalam salah satu struktur penting organisasi kriket dunia.
Bagi kriket Indonesia, keterlibatan tersebut juga membuka ruang lebih luas untuk mengenal perkembangan olahraga di tingkat internasional.
Abhiram sendiri menegaskan pengalaman dan jejaring yang diperoleh dari peran tersebut akan tetap diarahkan untuk mendukung perkembangan kriket di Indonesia. (red)






