JAKARTA, Wawasannews.com — Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyatakan kecaman keras atas gugurnya prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon akibat serangan militer Israel.
Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufik Lubis, menyampaikan duka cita mendalam serta belasungkawa kepada keluarga prajurit Indonesia yang gugur. Ia menegaskan solidaritas penuh pemuda Indonesia terhadap para penjaga perdamaian yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran dan tindakan brutal yang terus dilakukan oleh tentara pendudukan Israel tanpa menghormati hukum internasional maupun prinsip-prinsip kemanusiaan. Para korban ini kini bergabung dalam deretan panjang syuhada yang menjadi sasaran di Gaza dan Lebanon,” ujar Tantan dalam keterangan resminya.
DPP KNPI menilai peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa pendudukan Israel tidak menghormati keberadaan pasukan internasional penjaga perdamaian (UNIFIL). Kondisi ini dinilai sebagai peringatan serius bagi dunia internasional terkait tingginya risiko keamanan di wilayah konflik tersebut.
Pendudukan dan penyerangan Israel disebut telah berulang kali melanggar hukum internasional, norma, serta berbagai kesepakatan yang telah dicapai bersama para mediator.
“PBB harus bergerak dan memberikan sanksi tambahan yang jauh lebih keras terhadap militer Israel. Perilaku ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi hukum yang tegas,” tegas Tantan yang juga menjabat sebagai Presiden World NYC Federation.
Di sisi lain, Komando Sayap Paramiliter KNPI, Brigade Pemuda Nasional, turut menyampaikan sikap tegas. Komandan Brigade Pemuda Nasional, Arief Darmawan, menyerukan agar negara-negara Islam bersatu menghadapi situasi tersebut.
“Kami menyerukan negara-negara Islam untuk bersatu menghadapi kolonialisme modern ini. Pemuda Islam harus menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan ketidakadilan yang terjadi di hadapan dunia,” ujar Arief.
DPP KNPI menutup pernyataan tersebut dengan doa bagi para prajurit yang gugur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan.
Pewarta : Fuad Dwi
Editor : Riyadi









