Pemkab Banyumas Usulkan Sekolah Terintegrasi, Perluas Akses Pendidikan hingga Wilayah Selatan

- Pewarta

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. (Istimewa/Wawasannews)

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. (Istimewa/Wawasannews)

PURWOKERTO, Wawasannews.com — Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengusulkan pembangunan sekolah terintegrasi sebagai upaya memperluas akses pendidikan hingga wilayah selatan Banyumas yang selama ini dinilai masih terbatas.

Di kutip dari antaranewsjateng.com, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada Rabu (1/4/2026) untuk membahas usulan tersebut.

“Sekolah terintegrasi itu akan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan,” ujar Sadewo di Purwokerto, Jumat.

Ia menjelaskan, konsep sekolah terintegrasi berbeda dengan Sekolah Rakyat karena tidak berbasis jenjang berurutan dalam satu sistem khusus, melainkan penggabungan fasilitas pendidikan lintas jenjang dalam satu lokasi.

Menurutnya, keberadaan sekolah terintegrasi diharapkan mampu menjawab keterbatasan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil yang menghadapi kendala jarak tempuh ke sekolah.

Selain itu, program ini menjadi bagian dari strategi pemerataan pendidikan agar tidak hanya terpusat di wilayah utara Banyumas, tetapi juga menjangkau wilayah selatan.

“Saya kepingin pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah utara, tapi juga kita naikkan ke selatan,” katanya.

Sadewo mengusulkan kawasan Kaliori sebagai salah satu lokasi potensial pembangunan sekolah terintegrasi karena dinilai mampu menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang cukup menantang.

Ia menegaskan akan terus mengawal program tersebut agar dapat direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen.

“Saya mengawal terus supaya program itu bisa ditempatkan di Kabupaten Banyumas,” tegasnya.

Selain pembangunan sekolah terintegrasi, Pemkab Banyumas juga masih membutuhkan penambahan sekolah reguler, terutama untuk jenjang SMP dan SMA guna memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap berbagai upaya tersebut mampu meningkatkan akses serta kualitas pendidikan secara merata di Kabupaten Banyumas.

Mengacu pada laman Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sekolah terintegrasi merupakan model pendidikan satu atap yang menyatukan jenjang PAUD/SD, SMP hingga SMA/SMK dalam satu kawasan terpadu dengan satu manajemen.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga tidak mampu (desil 3-5), dengan memadukan kurikulum nasional dan internasional serta fasilitas vokasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI
Usai Dipanggil Polda Jateng, DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Tak Ikuti Agenda Kedewanan Sementara
PSIS Semarang Resmi Pertahankan Raffinha, Penyerang Brasil Ini Siap Antar Mahesa Jenar Kejar Promosi
Ketua DPRD Kendal: Hari Jadi ke-421 Harus Jadi Momentum Pemerataan Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54

Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:58

Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:45

Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat kunjungan kerja di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:42