KENDAL, Wawasannews – Tradisi kompetisi sepak bola di kalangan santri yang sempat lama vakum kini kembali dihidupkan. Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah menggelar Football Santri Jawa Tengah 2026 dengan melibatkan 16 tim yang mewakili kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini menjadi upaya menghidupkan kembali semangat Liga Santri Nusantara (LSN) yang sebelumnya pernah diselenggarakan RMI PBNU.
Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, Fadlullah Turmudzi, mengatakan, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, Football Santri diharapkan menjadi wadah silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa santri mampu berprestasi di bidang olahraga tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
“Ini bagian dari menghidupkan kembali LSN. Karena beberapa periode di PBNU sendiri, bahkan di wilayah-wilayah, tidak ada football santri. Kita di Jawa Tengah akan memulai menghidupkan kembali tradisi ini,” ujarnya.
Menurut Fadlullah, seluruh tim yang tampil pada babak 16 besar merupakan hasil seleksi yang dilakukan RMI di masing-masing daerah. Proses tersebut tidak hanya mempertimbangkan kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga memastikan para pemain benar-benar berstatus santri.
Panitia bahkan menggali latar belakang pendidikan pesantren para peserta melalui wawancara, termasuk menanyakan nama pengasuh dan kitab yang pernah mereka pelajari.
“Kita menanyakan siapa pengasuhnya dan kitab apa yang pernah dikaji,” jelasnya.
Panitia Football Santri RMI PWNU Jawa Tengah, Basyarahman, menyebut penyelenggaraan turnamen ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas olahraga santri yang sempat lama tidak terlaksana.
Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Kaliwungu yang akrab disapa Gus Basyar itu mengaku bersyukur kompetisi tersebut bisa kembali digelar pada 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
“Alhamdulillah, kegiatan yang lama tertidur suri ini, pada 2026 kita bisa menggelar kembali dalam rangka Hari Santri Nasional. RMI PWNU Jawa Tengah menggelar beberapa kegiatan, salah satunya Football Santri RMI Jawa Tengah,” katanya.
Pada babak 16 besar, tim-tim dari berbagai daerah bersaing untuk melaju ke fase berikutnya. Salah satu pertandingan mempertemukan Kabupaten Semarang melawan Kabupaten Tegal. Mereka merupakan perwakilan daerah yang telah melewati proses seleksi sebelumnya.
Rangkaian pertandingan dijadwalkan mencapai puncaknya pada grand final, Kamis (22/10/2026), pukul 15.00 WIB di stadion utama Kabupaten Kendal. Partai final tersebut diharapkan menjadi panggung bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat persaudaraan antarpesantren.
Gus Basyar berharap, kompetisi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial Hari Santri. Ia ingin Football Santri menjadi pintu bagi lahirnya pemain-pemain berbakat dari lingkungan pesantren yang mampu menembus level profesional, bahkan memperkuat Tim Nasional Indonesia.
“Harapan pribadi saya, ada santri yang kelak ikut membela panji-panji Timnas Indonesia,” ungkapnya.
Selain pembinaan prestasi, kegiatan ini juga menjadi sarana taaruf atau saling mengenal, mempererat silaturahmi, serta menjaga kebugaran melalui olahraga.
“Ini sebagai wujud taaruf, silaturahmi, dan sehat. Di mana santri sehat, Indonesia kuat,” imbuhnya.
Panitia juga berencana menghadirkan sejumlah tokoh pada partai puncak, di antaranya perwakilan pengurus PSSI dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Kehadiran sejumlah pejabat lain, termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah dan perwakilan PBNU, masih dalam tahap konfirmasi.(Red)






